|
Metro
“Banjir 2002 Akan Kembali Terulang”
Rabu, 19 Januari 2005 | 11:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Koordinasi Pelaksana Penanganan Banjir dan Pengungsi memperkirakan, banjir seperti yang terjadi pada 2002 yang melanda seluruh wilayah Jakarta, tahun ini akan kembali terulang jika hujan tidak segera berhenti.
Meskipun demikian, menurut Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Banjir dan Pengungsi (Satkorlak PBP) Soebagio, banjir tahun ini agak berbeda dengan 2002. Banjir tahun ini akan terjadi di wilayah pusat dan timur. Sedangkan wilayah barat, banjir tidak akan sebesar seperti banjir pada 2002.
Sementara itu, hingga pukul 10.00 WIB, beberapa pintu air sudah melampaui ambang batas normal. Pintu air Manggarai misalnya, saat ini sudah mencapai 910 sentimeter, jauh di atas ambang batas normal 750 sentimeter.
Demikian juga yang terjadi di pintu air Cipinang Hulu dan Pulo Gadung. Cipinang Hulu ketinggian air mencapai 165 sentimeter, di atas ambang batas normal 100 sentimeter. Sedangkan Pulo Gadung mencapai 705 sentimeter, di atas ambang batas normal 550 sentimeter.
Pintu air yang paling mengkhawatirkan juga terjadi di pintu air Karet. Ketinggian di pintu tersebut sudah mencapai 630 sentimeter dari ambang batas normal 450 sentimeter. “Karet sudah siaga I. Jika hujan terus turun, dipastikan seluruh Jakarta menjadi siaga I,” kata Soebagio.
Dia mengatakan, jika ketinggian air di pintu air Manggarai tidak segera surut, maka pintu air itu akan segera dibuka, karena jika pintu air tidak segera dibuka dikhawatirkan tanggul akan jebol. “Jika sudah sampai titik kritis (950 sentimeter) pintu akan kami buka. Biar banjir merata tidak hanya pada satu titik saja,” katanya.
Menurut Soebagio, banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan tiga hal, yaitu curah hujan yang terus terjadi (hujan lokal), tingginya air di Katu Lampa, dan ketinggian air laut yang terus meningkat.
Suryani Ika Sari - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|