|
Seluruh Wilayah Jakarta Timur Rawan Demam Berdarah
Senin, 17 Januari 2005 | 12:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta Timur masih dianggap rawan sebagai daerah yang terancam wabah Demam Berdarah Deague (DBD). Seluruh Wilayah yang terdiri dari sepuluh kecamatan ini disiagakan untuk kondisi 'merah'. "Tahun lalu (2004) kasus demam berdarah di Jaktim penyumbang paling besar untuk DKI," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur, Dien Emawati, kepada Tempo, Senin (17/1).
Tahun 2004 sepuluh kecamatan seluruh Jakarta Timur masuk dalam kategori KLB (kondisi luar biasa). "Semua kelurahan sudah KLB," kata Dien. 24 orang penderita meninggal karena DB dan 6.924 pasien kasus DB di rawat intensif pada bulan Januari samapi Juli 2004.
Menurut Dien wilayah Jakarta Timur yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak serta titik-titk genangan air yang tersebar di mana-mana menjadikan Jakarta Timur daerah yang tidak mudah untuk menghindarkan persebaran Aedes Aigypti peyebar virus demamberdarah ini. "Semua kecamatan titik rawan endemis," ujarnya.
"Kita tidak mau terulang lagi tahun ini," tuturnya. Menurut Dien Emawati, Kotamadya Jakarta Timur
merupakan daerah endemis DBD, artinya sering terjadi. "Kita melihatnya pola KLB demam berdarah dari maksimal atau minimal. Kalau keadaannya keluar dari pola yang sebenarnya maka baru kita bisa dikatakan bahwa satu daerah itu rawan demam berdarah," ujar Dien.
Dien juga mengimbau kepada warga masyarakat kalau ada kasus demam berdarah di lingkungannya untuk segera melaporkan kepada petugas puskesmas kecamatan maupun puskesmas kelurahan setempat. "Segera laporkan kepada
petugas puskesmas apabila menjumpai kasusu demamberdarah untuk kemudian dilakukan fogging focus," ujarnya.
Agus Supriyanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|