Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Bram Manoppo Beri Kesaksian di Sidang Puteh
Senin, 17 Januari 2005 | 11:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim Jaksa Penutut Umum menghadirkan Presiden Direktur PT Putra Pobiagan Mandiri (PPM), Bram Hasan Datuk Manoppo, dalam sidang pemeriksaan saksi pada perkara dugaan korupsi Gubernur NAD, Abdullah Puteh. Bram hadir sebagai saksi pertama pada sidang yang digelar lantai dasar Gedung Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (17/1) pagi.

Bram mengaku mengenal Puteh pertama kali pada saat pertemuan Gubernur se-Sumatera di Palembang pada Maret 2001. Saat itu, Bram beserta sembilan orang staf PPM lainnya melakukan presentasi pesawat terbang untuk Sriwijaya Air, perusahaan penerbangan milik Pemda Sumatera Selatan. Kehadiran Bram sendiri karena diundang oleh Direktur Utama Sriwijaya Air, Kapten Yusuf.

Dalam pertemuan itu, para Gubernur se-Sumatera berencana mendirikan usaha penerbangan bernama Sumatera Air. Menurut Bram, nantinya para Gubernur tersebut memiliki saham di Sriwijaya Air.

Puteh yang hadir dalam pertemuan tersebut tampak tertarik oleh presentasi yang diajukan PPM. Puteh lalu menanyakan apakah PPM juga mengageni pesawat helikopter. ?Lalu saya jawab, iya,? ujar Bram. Presentasi itu sendiri, memperkenalkan pesawat jenis fix wing Antonov.

Setelah pertemuan tersebut, Bram mengakui beberapa pertemuan lagi dengan Puteh. Bram menawarkan helikopter tipe MI2 Mil Rostov produksi Rusia belum juga mengajukan harga. Puteh menjelaskan, persyaratan heli yang diminta karena ia mengaku kesulitan mengunjungi kabupaten di NAD. Syaratnya ialah, minimal dapat mengangkut lima orang anggota Muspida, harus tahan peluru dan minta versi VIP. Puteh minta heli yang tahan peluru karena dia menjelaskan ada heli AU yang pernah ditembak. ?Pak Puteh juga minta versi VIP untuk memfasilitasi jika sewaktu-waktu pemerintah pusat datang ke Aceh,? katanya.

Selain Bram, sidang hari ini akan menghadirkan delapan orang lainnya. Ereka adalah Tengku Masal Mina Ali, Tarmizi Karim, Nasruddin, Syahrudin M Gadeng, Khalid, Fatahillah, Tengku Muhamad Yus dan Sofyan Harun.

Ami Afriatni?Tempo


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua DPR Akbar Tandjung bersama para pengacaranya, Denny Kailimang  (dua dari kiri), Amir Syamsuddin  (duduk) disela persidangan kasus  Buloggate II di Pekan Raya Jakarta (PRJ), 6 Mei 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/324/2002; 20020308].


Protes Humanika menuntut agar segera mencekal mereka yang terlibat penjarahan BLBI, dengan poster bergambar Prajogo Pangestu di depan Gedung Kejaksaan Agung, Senin 29 Mei 2000 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 29d/481/2000; 2000/05/29]
Akbar Tandjung, Denny Kailimang dan Amir Syamsuddin
Protes Humanika
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidang Puteh Dijaga Lebih Ketat
Kasus Pembangunan Guest House akan Dilaporkan KPK
Jaksa Agung Kebanjiran Permohonan Pemeriksaan Pejabat Daerah
Gubernur Sumsel Diduga Korupsi Dana PON Rp 59 Miliar
Bupati Temanggung Berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Tengah
40 Mantan Anggota DPRD Kupang Dipanggil Penyidik Kejaksaan
Bupati Kupang dan Rote Diperiksa
Kejati Segera Sidik Korupsi di SDN IKIP Jakarta
Itjen Depag : Penyelidikan Baru 6 Persen
KPPU Panggil Laksamana Terkait Tender Tanker Pertamina
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data