Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Tangerang dan Jepang Bermitra Ciptakan Vaksin Flu Burung
Minggu, 16 Januari 2005 | 13:39 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Pemerintah Kabupaten Tangerang akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan dan pusat riset vaksin ternama di Jepang, Shigeeta, untuk mengembangkan vaksin Avian Influenza. " Mereka memilih Indonesia khususnya, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tangerang dalam mengembangkan vaksin flu burung dengan menggunakan teknologi terbaru, riverse genetica," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Tangerang dokter hewan Didi Aswadi kepada Tempo, Minggu 16/1.

Menurut dia, sebelumnya, lima negara lainnya
masing-masing, Thailand, RRC, Burma, Vietnam dan India yang mengajukan untuk mengembangkan vaksin ini, sempat ditolak pemerintah Jepang. Alasan Jepang sendiri memilih Disnak Tangerang, menurut Didi, karena Jepang menilai Disnak Kabupaten Tangerang telah berhasil mengatasi flu burung pada 2002 lalu dengan menciptakan vaksin isolat lokal Legok (Strain Legok).

Dari hasil kerjasama riset dengan Jepang dan IPB, kata
Didi, Disnak Kabupaten Tangerang, akhirnya berhasil
menciptakan sebuah vaksin yang sama akan tetapi memiliki ketahanan 99,9 persen terhadap flu burung. Vaksin yang diberi nama Strain IPB Shigeeta I ini, dihasilkan dari vaksin isolat lokal Legok yang dipadukan dengan vaksin yang melalui tekhnologi riverse genetica di Jepang.

Namun, hingga kini Disnak hanya memproduksi vaksin
tersebut dalam jumlah 1,5 juta buah per hari. Pasalnya, izin edar untuk vaksin tersebut dari Departemen Pertanian hingga saat ini belum turun. "Padahal, vaksin tersebut bisa diproduksi dalam jumlah 5 juta per hari," katanya.

Menurut Didi, Strain IPB Shigeeta I itu, dihasilkan dari virus low phatagonic dari tekhnologi riverse genetica yang dipadukan dengan Strain Legok. Untuk di Jepang sendiri harga vaksin tersebut berkisar antara 5 ribu yen atau sebesar 400-500 ribu. Izin edar sendiri untuk vaksin tersebut, hingga saat ini belum turun, padahal izin produksi atas vaksin itu sudah lama turun. "Kalau di negara lain, izin edar itu tidak lagi diperlukan setelah izin produksi keluar," katanya.

Joniansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Di Mataram, Ribuan Unggas Mati Terserang Virus Flu
Jateng Siapkan 50 Juta Vaksin Flu Burung
NTB Siaga Satu Tanggulangi Flu Burung
Puluhan Ribu Unggas Mati Akibat Flu Burung
Flu Burung di Indonesia Berpotensi Menular ke Manusia
Sragen Sebarkan 2,5 Juta Vaksin Flu Burung
300 Ribu Vaksin Flu Burung Disebarkan di Grobogan
WHO: Flu Burung di Indonesia Mematikan Manusia
Pemerintah Akui Flu Burung Sulit Diberantas
Vaksin Flu Burung Akan Diproduksi di Bogor
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data