|
Metro
Tarif Parkir Bakal Naik 200 Persen
Rabu, 12 Januari 2005 | 04:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyetujui rencana kenaikan retribusi parkir yang diperkirakan mencapai 200 persen.
Namun, kata Sutiyoso, kenaikan retribusi parkir itu harus disertai dengan peningkatan pelayanan yang lebih baik.
"Saya belum pernah terima laporan itu. Tapi kalau alasannya mengena kenapa tidak," kata Sutiyoso seusai melantik anggota Dewan Transportasi Kota di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (11/1).
Menurut dia, retribusi parkir yang mahal adalah sesuatu yang wajar. Lagipula, lanjutnya, retribusi parkir masing-masing daerah tidak bisa disamakan. "Daerah sibuk wajar saja kalau lebih mahal, itu juga biasa terjadi di kota-kota besar. Tidak hanya di Jakarta saja di dunia juga begitu," papar Sutiyoso.
Sutiyoso kembali menegaskan, bahwa hingga saat ini rencana kenaikan retribusi parkir itu masih merupakan wacana. Pasalnya, dari pihak-pihak pengelola hingga saat ini belum memberikan gambaran yang komprehensif soal rencana tersebut.
Namun, Kepala Badan Pengelola Parkir Yani Mulyadi memberikan penjelasan yang berbeda. Usulan kenaikan tarif parkir tersebut, kata Yani, sudah diketahui oleh Sutiyoso. "Pak Gubernur sudah tahu usulan itu, kami sudah sampaikan sebelum diajukan ke dewan," kata Yani saat dihubungi Tempo News Room, Selasa(11/1) malam.
Dia enggan memberikan penjelasan alasan kenaikan retribusi tersebut, karena tidak membawa data. "Kalau mau data itu besok ke kantor saya saja, karena tidak bisa dijelaskan melalui telepon," kata Yani.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Sayogo Hendro Subroto menilai usulan kenaikan retribusi parkir di pinggir jalan (on street Jakarta yang mencapai 200 persen tidak wajar. "Nggak pantas itu dinaikkan, lagipula yang saya tahu tarif baru dinaikkan setahun lalu, kenapa sekarang naik lagi.” suryani ika sari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso turun dari helikopter saat menuju ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta yang sudah dikepung massa yang menolak pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2002 - 2007 pada Sidang Paripurna anggota DPRD DKI Jakarta, 16 September 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K13A/112/2003; 20030403].<br>Dimuat majalah TEMPO 20020922-026, 20030105-082](/hg/photostock/2004/12/27/s_K13A11202[1]_high_thumb.jpg) |
![Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dikawal ketat saat menuju ruang kerjanya di Balaikota DKI Jakarta yang sudah dikepung massa yang menolak pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2002 - 2007 saat Sidang Paripurna anggota DPRD DKI Jakarta, 16 September 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K13A/112/2003; 20030403].](/hg/photostock/2004/12/27/s_K13A11201[1]_high_thumb.jpg) |
| Sutiyoso turun dari helikopter
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|