Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pembawa Pistol Adiguna Jadi Saksi Kunci
Minggu, 09 Januari 2005 | 11:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pria yang menyerahkan senjata jenis revolver yang digunakan Adiguna Sutowo menembak Yohannes Berkmans Natong hingga tewas pada Sabtu (1/1) lalu, kini menjadi saksi kunci kasus pembunuhan itu.

Menurut Pelaksana Harian Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Edi Tambunan, revolver buatan Smith and Wesson dari Amerika Serikat itu didapat polisi dari seorang pria yang mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (7/1), sekitar pukul 16.30.

?Dia (pria itu) tergerak untuk menyerahkan senjata itu," kata Edi Tambunan. Saksi bernama Wewen itu, kata Edi, langsung dititipi senjata oleh Adiguna setelah menembak kepala Rudy, panggilan sehari-hari Yohannes. Saat diserahkan ke polisi, senjata berwarna perak dengan gagang hitam itu masih menyisakan tiga butir peluru yang sama dengan peluru temuan polisi di kloset kamar 1564 Hotel Hilton, Jakarta.

Revolver bersilinder delapan itu dimasukkan Wewen alias Safera ke balik bajunya. "Dia (Wewen) mengaku takut disangka membunuh, karenanya langsung memasukkan ke balik bajunya dan ngeloyor pergi dari Bar Fluid Hotel Hilton," ujar Edi, yang didampingi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tjiptono. Setelah itu, Wewen yang berprofesi sebagai disc jockey (DJ) itu menyembunyikannya di suatu tempat yang diberi tanda. "Kemarin dia ambil dan langsung diserahkan kepada kami," kata Tjiptono.

Dalam penyerahan senjata api yang menjadi petunjuk vital kasus pembunuhan itu, Wewen didampingi oleh seorang kuasa hukum. Namanya Sukardiman Rais.
Menurut Edi, senjata itu belum memiliki izin sehingga tersangka diberi tambahan pasal sangkaan, yaitu Pasal 1 UU Darurat No. 21 Tahun 1951.

Sebelumnya, Wewen belum pernah diperiksa sebagai saksi oleh polisi. Hingga Jumat, pukul 23.00, polisi melakukan uji balistik terhadap senjata itu. Dari hasil uji balistik di Pusat Laboratorium dan Forensik Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia itu terungkap bahwa proyektil di kepala Rudy identik dengan peluru yang ditembakkan.
Kemarin, Adiguna yang memakai kaus tahanan berwarna biru bertulisan "Tahanan Polda Metro Jaya" dengan nomor 169, masih menjalani pemeriksaan untuk kesekian kalinya di Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya. Ia memasuki ruang pemeriksaan sejak pukul 13.00.

Dengan bertambahnya seorang saksi, saksi kunci menjadi empat orang, dengan tiga saksi memberatkan tersangka. Polisi juga berhasil mendapatkan sebuah bukti yang memberatkan tersangka, yakni tagihan (bill).

Dalam tagihan itu tertera pesanan satu gelas Vodka dan satu gelas Martini. Kedua minuman itu dipesan oleh Peni alias Tinul dan tersangka Adiguna. Revolver itu, menurut saksi, diambil dari dalam tas Tinul yang pada malam kejadian mengenakan baju merah.
Dengan revolver itu Adiguna menarik pelatuk sampai tiga kali. "Tapi yang dua kali tidak ada pelurunya, mungkin kosong," ujar sumber Tempo. Peluru ketiga menghantam pelipis Rudy dan mengagetkan pengunjung klub. Rudi roboh seketika dan dilarikan oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Mintohardjo, Jakarta Pusat. Rudy, mahasiswa yang akan diwisuda pada April 2005 dan sedang nyambi bekerja sebagai runner (pengantar tagihan dari kasir ke pelanggan) itu, pun tewas.

Yophiandi?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TPDI dan SPI Protes Polisi atas Kasus Adiguna
Polres Metro Jakarta Pusat Diduga Menghambat Proses Penyidikan Adiguna
Darah dan Urine Adiguna Mengandung Psikotropika
Kasus Hilton, Uji Darah Tidak Cocok dengan Korban
Pemuda Flores Tuntut Kapolda Metro Jaya Diberhentikan
Adiguna Pernah Terlibat Penodongan dengan Pistol
Kasus Adiguna, Peluru Cocok Dengan Proyektil
Presiden Minta Penembakan di Hotel Hilton Diusut Tuntas
Polisi periksa Istri Adiguna Sutowo
Polisi Temukan 19 Butir Peluru di Kloset Kamar Hotel Hilton
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data