|
Metro
Pemberkasan PNS Rawan "Main Belakang"
Kamis, 06 Januari 2005 | 17:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi pegawai PNS di Bekasi akhirnya diumumkan. Pemerintah Kota Bekasi menjaring 325 orang yang lolos seleksi. Setelah lolos, mereka masih harus melengkapi pemberkasan yang akan dilakukan 10-13 Januari. DPRD Kota Bekasi mengingatkan, proses pemberkasan ini sangat rawan kongkalingkong.
"Pemberkasan PNS yang lolos seleksi CPNS di Kota Bekasi bakal rawan dengan KKN dan money politics, mereka masih harus mengikuti verifikasi. Padahal, verifikasi berkas sudah dilakukan sebelum peserta mengikuti seleksi tes CPNS," kata Joko P. Abdullah, anggota DPRD Kota Bekasi.
Seusai rapat penerimaan PNS dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Joko menegaskan bahwa pemberkasan berpotensi sebagai ajang tawar menawar demi diterimanya menjadi PNS untuk memperoleh Nomor Induk Pegawai (NIP). "Memang akan sulit pembuktiannya, tapi indikasi KKN itu sangat kuat," tutur dia.
"Lihat saja jadwal pengumumannya diundurkan dari tanggal 27 Desember menjadi 29. Meski sulit pembuktiannya, tapi, pengunduran itu sudah menjadi indikasi adanya praktek KKN," tegas Joko lagi.
Siswanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|