|
Jakarta
Mer-C Khawatirkan Perdagangan Anak
Selasa, 04 Januari 2005 | 15:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Medical Rescue Emergency (Mer-C) mensinyalir adanya indikasi evakuasi anak-anak korban gempa dan tsunami Aceh dalam jumlah besar keluar Aceh. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah mengambil sikap melarang evakuasi anak-anak korban bencana Aceh keluar dari Aceh.
Joserizal Jurnalis dari Mer-C tidak setuju terhadap tindakan mengevakuasi anak-anak korban gempa ke luar dari Aceh karena dikawatirkan terjadi perdagangan anak melalui kegiatan yang mengatasnamakan pengadopsian, perdagangan seksual maupun perdagangan organ tubuh.
Kondisi semacam ini menurut dokter pendiri Mer-C ini, biasa terjadi didaerah krisis karena konflik dan bencana. "Sehingga tak menutup kemungkinan kondisi tersebut juga terjadi terhadap anak-anak Aceh," katanya.
Evakuasi anak-anak keluar dari Aceh, kata dia, hanya diperbolehkan dengan alasan darurat medis, misalnya anak-anak tersebut tidak bisa ditangani di Aceh karena keterbatasan sarana. Itupun menurut Joserizal harus sepengetahuan pihak yang berwenang dan bertanggung jawab, dalam hal ini kata dia adalah pemerintah, melalui Departemen Kesehatan. "Kalau hanya krisis makanan, itu bisa diberikan disana tanpa harus membawa mereka keluar," katanya.
Soal evakuasi anak ini, pihak Mer-C sempat bersitegang dengan lembaga swadaya masyarakat tertentu yang sempat membawa sejumlah anak-anak Aceh ke Jakarta. Pihaknya juga sempat menemukan kasus, seorang bayi dibawa seorang ibu yang mengaku bayi tersebut anaknya. Namun setelah diinterogasi wanita tersebut tak bisa berbahasa Aceh.
Ramidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|