|
Metro
Bandara Polonia, Penuh, Pesawat dari Soekarno-Hatta Ditunda
Rabu, 29 Desember 2004 | 18:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta>:Kepanikan calon penumpang tujuan Medan dan Banda Aceh mewarnai terminal I, Bandara Soekarno-Hatta Rabu (29/12). Mereka mengaku tidak kebagian tiket untuk penerbangan siang kemarin, karena tiket habis. Sejumlah penumpang tampak mondar-mandir ke beberapa tempat penjualan tiket, tetapi selain dinyatakan habis, sebagian maskapai penerbangan juga tidak membuka jadwal menuju Medan dan Banda Aceh.
Seperti yang dialami Abdul Gani, ia mondar-mandir
mencari tiket. Setelah tahu di Adam Air habis, dan
masuk daftar tunggu, ia mencoba mendatangi tempat penjualan tiket Star Air. Tetapi, petugas di sana mengatakan tidak ada pesawat menuju Medan. Abdul Gani juga mengaku sudah mendatangi konter tiket Batavia Air tetapi sudah tidak kebagian tiket.
Pantauan Tempo di tempat penjualan tiket dan reservasi Adam Air Rabu siang menunjukkan ada 25 penumpang yang harus terdaftar dalam (waiting list) untuk penerbangan Medan. Adam Air setiap harinya melakukan tiga kali penerbangan resmi. Tetapi hingga Rabu siang, dua pesawat yang sedianya berangkat pukul 14.30 didiley menjadi pukul 19.00 Wib sedangkan pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 19.00 Wib masih menunggu daftar terbang sekitar pukul 22.00 Wib kalau tidak ada halangan atau paling lambat pukul 24.00 Wib.
Akibat pesawat 'deley', maka pihak Adam Air membatalkan keberangkatan pesawat tambahan (ekstra flight) hari Rabu. Selasa sebelumnya, Adam air memberangkatkan dua pesawatnya menuju Medan. "Kita takut mengecewakan penumpang, apalagi calon penumpang resmi juga masih belum berangkat, karena pesawat keberangkatannya ditunda," kata Irwan Darmasaputra Operasional Adam Air kepada Tempo.
Irwan mengatakan, tertundanya pesawat yang bertolak ke Medan itu karena ada informasi dari bandara Polonia, Medan penuh sesak. Di bandara itu hampir semua pesawat asing yang memberi bantuan mendarat di sana.
"Untuk 'landing' tidak bisa, bandara penuh, bahkan ada beberapa pesawat yang terpaksa berputar-putar di udara. Untuk menghindarai hal buruk, seperti pesawat kehabisan bahan bakar, maka kami memutuskan untuk menunda keberangkatan pesawat," ujar Irwan.
Diakui Irwan penjualan tiket di Adam Air, Rabu ini membludak berlipat-lipat meskipun tarifnya mencapai Rp 900 ribu (high seasson) . Tarif itu memang lebih tinggi dari harga biasa yang hanya Rp 400 ribu. Kenaikan tarif disebabkan liburan Natal dan Tahun Baru 2005.
Bahkan untuk penjualan tiket untuk penerbangan Kamis pagi juga sudah ada. "Tapi kami batasi, kami stop sementara takutnya ada passager name list dari pusat. Sebenarnya ada jatah tiket 40 tempat duduk, tapi takut jebol, kalau tiba-tiba ada jatah dari pusat" kata Irwan.
Membludaknya Adam Air, juga karena tumpahan calon
penumpang Star Air. Dikatakan Adam, dari cerita
calon penumpang banyak yang ditolak di Star Air karena tidak melayani penerbangan, menuju Medan. Sementara itu bagian tiketing Adam Air, Deni Surijata mengatakan sehari Adam Air bisa menjual sekitar 80 sampai 90 tiket di luar penumpang yang terdaftar.
Dihubungi terpisah Achmad Rusdi, petugas penerbangan Officer in Charge (OIC) di terminal II Bandara Soekarno-Hatta membenarkan adanya sejumlah penerbangan yang di-delay (tunda) karena padatnya parkir di bandara Polonia Medan. "Di bandara Polonia memang memprioritaskan pendaratan pesawat bantuan kemanusian yang sangat dibutuhkan korban di Aceh dan Medan." Kata Rusdi.
Rusdi juga mengatakan data yang masuk OIC sejak pagi hingga jadwal pukul 16.00 ada 25 penerbangan reguler dan ekstra menuju Medan. Sementara itu untuk tujuan Banda Aceh, hanya Garuda Indonesia Airways yang menerbangkan dua pesawatnya. Sedangkan pesawat Mandala, Adam Air, Jayatu, Awair dan Batavia Air melayani penerbangan reguler menuju Medan.
Tentang keterlambatan pemberangkatan itu PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soekarno-Hatta secara resmi telah mengumumkan bahwa ada keterlambatan menyangkut situasi di bandara Polonia.
Ayu Cipta-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|