|
Metro
Spontanitas Pekerja Angkasapura II Dirikan Posko Bantuan
Rabu, 29 Desember 2004 | 17:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Serikat Pekerja PT Angkasa Pura dan karyawan Halim Trans Cargo (HTC) mendirikan posko bantuan mendukung Posko Bansos dari Menkokesra yang berada di Lanud Halim Perdanakusuma.
"Kami hanya sub posko yang ada di Lanud Halim (TNI AU)," kata Bambang Jauhari Officer In Charge (OIC) PT Angkasa Pura II yang saat ini juga berperan sebagai koordinator Posko Bantuan Sosial untuk korban Bencana Tsunami di NAD kepada Tempo, Rabu (29/12).
Posko yang dibuat oleh PT Angkasapura dan HTC ini diharapkan mendukung penerimaan bantuan dari masyarakat baik individu, kelompok, swasta dan pemerintah.
"Kegiatan kami hanyalah spontanitas Serikat Pekerja bukan instansi yang membuka kemudahan bagi masyarakat yang kesulitan dan tidak paham mengirimkan bantuan melalui instansi militer," ungkap Bambang.
Menurut Bambang, pihaknya juga menghadapi kendala yang sama dengan Posko pusat yang ada di Lanud TNI AU. "Bantuan membanjir namun yang terangkut dan yang datang tidak seimbang. Hercules juga sudah bolek-balik," kata Bambang.
Sebagai bantuan atau sub posko TNI AU, ujar Bambang maka pemberangkatan barang yang kami terima juga tergantung schedule Lanud Halim. Dia mengakui dirinya cukup sibuk lari kesana-kemari mengurus beberapa relawan yang ingin segera berangkat. "Ada beberapa dokter dan paramedis, mereka memiliki kemampuan yang dibutuhkan tapi tidak bisa berangkat segera," tutur Bambang sedih.
Pihaknya saat ini juga hanya menerima dan mendata berbagai bantuan yang kebanyakan dari individu di gudang. "Spontanitas kami ini tidak mengenakan biaya apa pun untuk pengiriman. Semua personil kami ikut bahkan cleaning service juga ikut bantu," kata Chris Muhartawan Direktur Utama Halim Trans Cargo menambahkan.
Selama ini, lanjut Chris, pihaknya bersama pekerja dari PT Angkasapura masih dan akan terus berkoordianasi dengan TNI AU. "Kami tetap menerima. Soal pengiriman memang antri tergantung pesawat," katanya lagi.
Sejak pagi hari posko dibuka sampai sore hari ini tak kurang dari 35 ton bantuan sosial datang membanjir.
"Kami kesulitan menaruhnya sekarang," kata Chris. Bahkan, lanjut Chris, yang di Posko Bansos Pusat sudah mulai melempar beberapa bantuan untuk diterima di sini.
Meski jumlah bantuan terus bertambah dan menumpuk, pihak Posko belum memiliki alternatif mengirimkan bantuan dengan angkutan darat atau laut. "Kami pertimbangkan lewat darat atau laut, tapi sementara ini masih berharap lewat udara masih bisa terangkut," ujar Bambang menyampaikan rasa optimis. Bambang punya harapan besar, lantaran direncanakan akan datang tiga pesawat Hercules (Kargo) bantuan dari Kepala Staff Angkatan Udara Australia.
Agus Supriyanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|