|
Metro
Jakarta Pusat Siagakan Aparatnya Hadapi Banjir
Rabu, 29 Desember 2004 | 16:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiagakan 628 petugas untuk menghadapi ancaman banjir. Banjir yang sudah menjadi langganan kawasan Ibu Kota, pada musim hujan tahun ini diperkirakan akan berlangsung pada awal tahun 2005.
Petugas sebanyak itu berasal dari berbagai instansi seperti Suku Dinas Trantib dan Linmas, Kodim 05 dan Kodim 01, Polres, serta Suku Dinas Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Sosial.
Selain mempersiapkan aparat, Wali Kota Jakarta Pusat Muhayat juga menyiagakan sebanyak 83 unit mobil operasional dan 50 unit sepeda motor. "Sarana ini untuk menunjang kelancaran penanggulangan," paparnya.
Sarana penting lain sudah disediakan yaitu perahu karet sebanyak sembilan unit. Untuk mengantisipasi tanggul kali jebol, kantor Suku Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Air telah menyediakan 500 karung pasir yang disebar di setiap kantor kecamatan.
Menurut Muhayat, antisipasi menghadapi banjir ini sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2004. Bentuknya antara lain normalisasi dan pengerukan saluran sungai penghubung dan saluran pemukiman secara menyeluruh di delapan kecamatan. "Got terutama di daerah rawan banjir sudah dibersihkan," ujarnya.
Diungkapkannya, Jakarta Pusat merupakan salah satu wilayah yang menjadi langganan banjir setiap tahun. ni karena Jakarta Pusat menjadi tumpuan 13 aliran sungai dari selatan dan timur. Selain itu juga adanya luapan air laut dari arah Utara.
Sebagian wilayah Jakarta Pusat sekitar 40 persen permukaan tanahnya berada lebih rendah daripada permukaan laut. Faktor lainnya, katanya, karena adanya banjir kiriman dari daerah lain terutama Bogor melalui Sungai Ciliwung.
Berdasarkan data yang ada di wilayah Jakarta Pusat, terdapat 10 titik kawasan rawan banjir. Di antaranya adalah kawasan Jati Pinggir, Kelurahan Petamburan, Mangga Dua Selatan, Sumur Batu, Serdang, serta Kemayoran.
Ramidi-Tempo News Room
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|