Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Bantuan Melalui Laut Diberangkatkan
Selasa, 28 Desember 2004 | 14:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sumatera bagian Utara terus mengalir. Hari ini, Selasa (28/12) bantuan pertama lewat laut diberangkatkan dengan menggunakan KRI Teluk Sabang.

Menurut rencana, kapal berkapasitas 400 ton tersebut akan diberangkatkan pada pukul 14.00 WIB dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer Tanjung Priok, dengan tujuan ke Pulau Simeulue, Kabupaten Nias. Kapal dijadualkan akan tiba tiga hari mendatang yaitu pada Jumat (31/12).

Berbagai jenis bantuan yang akan diberangkatkan antara lain, pakaian 378 dus, mi instan 3.740 dus, beras 100 ton, air mineral 10 dus dan obat-obatan tujuh kwintal. Menurut Kepala Dinas Penerangan Komando Armada Barat, Letkol Edi Fernandi, jumlah tersebut masih akan bertambah. "Karena masih banyak yang dalam perjalanan ke dermaga," katanya.

Menurut Edi, KRI Teluk Sabang sengaja diberangkatkan ke Pulau Simeulue, karena daerah sekitarnya terpencil dan jauh dari jangkauan. Edi menambahkan, bersama enam kapal lainnya KRI Simeuleu juga akan melakukan patroli dan penyelamatan di pantai Barat Sumatera. Kapal-kapal tersebut antara lain, KRI Teuku Umar, Cut Yak Dien, Lemadang, Sutan Taha Syaefudin, Toda dan Imam Bonjol.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Abdul Malik menambahkan, pagi ini juga telah diberangkatkan sebuah pesawat CASSA milik TNI AL lewat Halim Perdana Kusuma. Pesawat yang membawa obat-obatan tersebut diberangkatkan pukul 08.00 WIB. "Bersama dua pesawat Nomat yang sudah ada disana, juga akan menjangkau daerah-daerah terpencil," kata Malik.

Tiga pesawat CASSA lainnya, akan diberangkatkan siang ini.

Tito Sianipar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134
Maumere Setelah Badai Tsunami

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla: 80 Persen Kota Meulaboh Hancur
Pemerintah Berharap Pengusaha Sumbang Rp 30 M untuk Aceh
Kapal TNI AL Akan ke Kepulauan di Aceh Barat
Tim Mabes Berangkat Koordinasikan Kekuatan Polisi di Aceh
Komnas Perlindungan Anak akan ke Aceh
Pemerintah Diminta Kirim Pesawat ke Kepulauan Aceh
Keberadaan 100 Brimob Sumsel di Meulaboh Belum Jelas
Meulaboh Mungkin Masih Terisolir
AS Kucurkan Bantuan Bagi Korban Tsunami
Banda Aceh Mulai Berbenah
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data