Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pemangkasan Anggaran Terserah Komisi
Senin, 27 Desember 2004 | 21:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Perumus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI meminta komisi-komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI memangkas anggaran. Di lain pihak, DPRD juga meminta Pemerintah DKI menggenjot pendapatan pemerintah daerah.

Ketua Tim Perumus Anggaran Daniel Abdullah Sani mengatakan, pemangkasan anggaran dilakukan karena rancangan anggaran tahun 2005 kekurangan dana. “Saat ini, kita masih kekurangan anggaran Rp 375 miliar,” kata Daniel.

Hitung-hitungan ini, menurut Daniel, diperoleh setelah muncul laporan penyerapan anggaran tahun 2004 hanya sebesar 92 persen. Dengan demikian, menurut dia, ada sisa lebih anggaran tahun 2004 sebesar Rp 1,1 triliun.

Menurut Daniel, Pemerintah DKI berjanji menggenjot pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 300 miliar. Selain itu, kata dia, pemerintah juga mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah tahun 2004 sebesar Rp 450 miliar.

Karena kekurangan anggaran, Tim Perumus menawarkan dua pilihan untuk penyusunan anggaran tahun 2005 ini. Alternatif pertama memangkas program anggaran yang tidak perlu. “Pilihan kedua pemerintah harus meningkatan pendapatan pemerintah daerah,” ujar Daniel.

Hanya saja, Tim Perumus belum menemukan titik temu dengan Pemerintah DKI mengenai dua pilihan ini. Namun, kata Daniel, Pemerintah DKI berjanji menaikkan pendapatan daerah.

Sebelumnya, Komisi C mengusulkan memangkas anggaran tahun 2005 sebesar Rp 1,2 triliun. Usulan ini muncul setelah perkiraan penyerapan anggaran tahun 2004 meleset, sehingga menyebabkan defisit anggaran dalam APBD tahun 2005.

Dalam laporan Komisi C DPRD DKI tentang penetapan anggaran tahun 2005, tingkat penyerapan anggaran belanja tahun 2004 hingga tanggal 21 Desember 2004 sudah mencapai 92 persen. Dengan demikian, ada sisa lebih anggaran tahun 2004 sebesar Rp 1,1 triliun. Sebelumnya, saat menyampaikan rancangan APBD tahun 2005, Gubernur DKI Sutiyoso menggunakan asumsi penyerapan APBD tahun 2004 sebesar 85 persen, dan menyisakan anggaran sebesar Rp 1,9 triliun.

Menurut pandangan komisi ini, jika pada 31 Desember 2004 penyerapan sudah menembus angka 95 persen, maka sisa anggaran hanya sekitar Rp 700 miliar. “Implikasinya akan terjadi defisit angaran tahun 2005 sebesar Rp 1,2 triliun,” kata Juru Bicara Komisi C DPRD DKI Prya Ramdani, saat membacakan sikap komisinya terhadap APBD tahun 2005, akhir pekan lalu.

Karena itu, menurut Prya, Komisi C mengusulkan untuk memangkas APBD tahun 2005 sebesar Rp 1,2 triliun. Cara lain, Komisi C mengusulkan mengubah perkiraan penerimaan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dari sebelumnya.

Multazam-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes sopir bajaj yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Bajaj Tolong-Menolong menentang rencana Pemda DKI Jakarta yang akan menggantikan peran bajaj sebagai angkutan dalam kota dengan mobil mungil bernama Kancil di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, 9 Agustus 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/430/2003; 20030923]. Protes sopir bajaj yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Bajaj Tolong-Menolong menentang rencana Pemda DKI Jakarta yang akan menggantikan peran bajaj sebagai angkutan dalam kota dengan mobil mungil bernama Kancil di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, 9 Agustus 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/430/2003; 20030923].
Protes Sopir Bajaj
Protes Sopir Bajaj
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PD Pasar Jaya : Pedagang Kramatjati Awal Januari Harus Pindah
DPRD Akan Pangkas Anggaran Tak Penting
Anggaran Rehabilitasi Rumah Pimpinan Dewan Rp. 2,7 Miliar Tak Jelas
Sutiyoso Optimistis TPST Bojong Beroperasi Awal 2005
Hingga Akhir 2004, 250 Unit Kancil Siap Beroperasi
Mastel dan KPI Menentang Perda DKI Soal Komunikasi dan Telekomunikasi
Sutiyoso Bantah RAPBD 2005 Ganda
Ribuan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Menolak Dipindahkan
Ribuan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Menolak Pindah
Walikota Jakarta Utara Terima Delegasi Kapal Perang Pakistan
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data