Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Dorce Gamalama Longmarch Senen-Blok M Tanda Duka Musibah Aceh
Senin, 27 Desember 2004 | 20:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari Senen ke Blok M dengan berjalan kaki? Tanyalah Dorce Gamalama, 41 tahun. Artis serba bisa ini baru saja melakukannya, tepat dari depan bioskop Grand di daerah Senen sampai ke jembatan penyeberangan yang menghubungkan ke Plaza Blok M, Senin (27/12) siang.

?Saya melakukan ini sebagai tanda dukacita terhadap musibah yang menimpa Aceh,? ujar Dorce kepada Rinaldi Dorasman dari Tempo usai memanjatkan doa di lapangan sepakbola komplek perguruan Al-Azhar. Seakan menguatkan kedukaan, saat melakukan aksi, Dorce tampak mengenakan kebaya dan kerudung warna ungu muda di bawah sinar matahari yang menyengat. Alhasil, keringat membasahi muka dan kebaya yang dikenakannya.

Tak kurang dari 70 orang, yang didominasi pengamen dan anak sekolahan turut bergabung dalam aksi jalan siang ini. ?Mereka mengikut di sepanjang jalan ketika melihat saya berjalan kaki dan tahu tujuannya,? ujar bungsu dari enam bersaudara ini.

Selain melakukan aksi ini, ia mengaku juga tengah melakukan aksi konkret dalam membantu penderitaan korban Aceh. ?Saya sudah menghubungi saudara di sana untuk mendata jumlah korban yang membutuhkan pertolongan makanan dan obat-obatan,? ujarnya.

Catatan: aksi dilakukan jam 09.00 berakhir di bawah jembatan penyeberangan menuju Plasa Blok M jam 15.30 an.
Berhenti di al-ashar untuk doa. Katanya berhenti 3 kali. Tercatat 71 pengamen yang ikut aksi sampai di AAzhar. Dorce lanjut sendiri sampai blok M. Tiap orang dikasih 20 ribu. ?Bukannya nyogok, ini untuk makan mereka,? kata Dorce.

Rinaldi Dorasman-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134
Maumere Setelah Badai Tsunami

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

MasihTerjadi Gangguan Pasokan Listrik Pasca Gempa
Panglima TNI : 377 Personil TNI Jadi Korban Tsunami Aceh
Mabes Polri Belum Tahu Polisi Korban Tsunami
Bakornas : Komunikasi Ke Aceh hanya Dijembatani oleh Pesawat Udara
Warga Aceh di Bandung Buka Posko Bantuan
Bulog Siapkan 150 Ribu Ton Beras
Ditetapkan, Hari Berkabung Nasional
Akibat Tsunami Aceh, Belum Diketahui Nasib Ratusan Anggota TNI dan Brimob
BI Berikan Kemudahan Kredit untuk Korban Bencana
Posko di Medan Telah Kirimkan Berbagai Bantuan
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data