|
Jakarta
Realisasi PAD Jakarta Selatan di Atas 90 persen
Senin, 27 Desember 2004 | 19:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah Kotamadya Jakarta Selatan selama tahun 2004 mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan. Pajak atas air tanah dan hotel menjadi sektor primadona yang memberikan kontribusi tertinggi. "Hasil realisasi ini masih dalam batas ambang toleransi dalam kisaran sepuluh persen," ujar Tedja Sumantri, Kepala Suku Dinas Pendapatan Daerah Jakarta Selatan Wilayah I saat konfrensi pers evaluasi Kotamadya Jakarta Selatan tahun 2004, Senin (27/12).
Menurut Tedja, realisasi pendapatan pajak di lima kecamatan yang menjadi wilayah tugasnya (Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, Mampang Prapatan, Pesanggrahan) sebesar 90,6 persen. Rinciannya,, dari target Rp 129.469.043.687 yang terealisasi sejumlah Rp 114.090.886.837. "Pendapatan terbesar berasal dari pajak air tanah, yaitu sebesar 118 persen," ujarnya. Menurut keterangannya, sektor tersebut menyumbang sebanyak Rp 7.006.459.618.
Sedangkan pada lima kecamatan lainnya yang termasuk dalam wilayah II, \"Realisasi penerimaan pajak mencapai angka 98,56 persen" ujar Arifin Sukmana, Kepala Suku Dinas Pendapatan Daerah Jakarta Selatan II. Dari target Rp 125.203.535.266, realisasinya sebesar Rp 123.399.890.178.
Menurutnya pula, pendapatan terbesar berasal dari pajak hotel, sebesar 101,23 persen. Angkanya sendiri, masih menurut Arifin, sebesar Rp 56.614.761.768 dari target Rp 55.925.530.000.
Dalam kesempatan terebut, Arifin juga mengemukakan, terdapat sedikitnya dua sektor pajak yang belum memenuhi taget penerimaan. Yaitu sektor pajak hiburan yang masih 87.7 persen dan restoran yang masih 97.68 persen. "Kami masih mengusahakan sampai akhir tahun, jadi masih ada tiga hari lagi," ujarnya lagi. Menurutnya pula, masih kecilnya pendapatan pajak dari hiburan juga merupakan pengaruh situasi keamanan Jakarta pada umumnya selama tahun 2004.
Rinaldi Dorasman-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|