|
Metro
Mahasiswa UIN Tuntut Polisi Bebaskan Firdaus
Sabtu, 25 Desember 2004 | 15:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komunitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menuntut pembebaskan kawan mereka, Bay Harkat Firdaus.
Aktivis kampus yang biasa dipanggil Jhonday itu, Jumat lalu ditangkap petugas Polres Jakarta Selatan karena dalam demo menentang keniakan bahan bakar minyak membakar foto Presiden.
Penangkapan sekitar pukul 20.30 WIB tersebut, oleh kalangan mahasiswa dianggap sebagai penculikan. "Kami akan mempraperadilankan polisi dan menuntut pembebasan kawan kami," ujar Rahmat Syahid, juru bicara Humas Komunitas Mahasiswa UIN, Sabtu (25/12).
Menurutnya, kejadian Jumat malam itu merupakan bentuk anarkhis aparat yang meniru gaya Orde Baru: membungkam suara kritis mahasiswa. "Aparat melakukan penculikan, bukan penangkapan," kata Rahmat.
Dia juga mengatakan, pengacara dari Pusat bantuan Hukum Indonesia seperti Jhonson Panjaitan dan Trimedia Panjaitan dari Serikat Pengacara Indonesia sudah sanggup membantu. "Ada sekitar 63 pengacara lain lagi yang siap mendampingi," beber Rahmat.
Penangkapan terhadap Firdaus, diakuinya terjadi karena serangkaian aksi-aksi penolakan harga BBM. Prosesi aksi, sejumlah mahasiswa membakar gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami hanya membakar gambarnya sebagai bentuk reaksi terhadap kebihajan pemerintah yang merugikan rakyat," tuturnya.
Aksi turun jalan menolak kenaikan harga BBM akan dilanjutkan setelah perayaaan Natal. "Masing-masing kami akan membawa gambar SBY,lalu kami akan membakarnya bersama-sama," ancamnya.
Berikut kronologi penangkapan Bay Harkat Firdaus versi Komunitas Mahasiwa UIN Jakarta pada Jumat malam itu.
20.30 - Mahasiswa usai demo berkumpul di Sekretariat Komunitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat. Dua mahasiswa, Hambali dan Harkat Firdaus mengantar dua temannya pulang.
20.40 - Ketika di depan kampus (dekat warung rokok) seseorang berbadan tegap berambut gondrong mengenakan topi berjaket kulit menguntit mereka. Orang tak dikenal itu tiba-tiba merangkul Firdaus.
Firdaus mencoba lepas dan Hambali membantunya. Namun, dua orang yang tidak mereka kenal datang dan meringkusnya. Mereka membawa Firdaus masuk dalam mobil dan membawanya pergi. Seorang berambut gondrong menahan Hambali sambil mengacungkan senjata api. Hambali tak berkutik dan melaporkan kejadian itu kepda teman-temannya.
Agus Supriyanto,Rinaldi Dorasman-Tempo News Room
Setelah Jhonday dimasukkan ke dalam mobil tersebut, Joy membalikkan badan dan berlari untuk memberitau teman-temannya yang berada di dalam jalan pesanggrahan perihal peristiwa tersebut.
Agus Supriyanto/Rinaldi Dorasman
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Protes sejumlah dokter dan suster yang tergabung dalam Masyarakat Kesehatan Indonesia Peduli Kemanusiaan menentang serangan Amerika Serikat (AS) ke Irak di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis , Jakarta, 16 Februari 2003. [TEMPO/ Rendra; K13A/002/2003; 20030328].](/hg/photostock/2004/12/20/s_K13A00201_high_thumb.jpg) |
![Protes ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Solidaritas Muslimah Peduli Rakyat Kecil menyeberang jalan ketika menentang kebijakan pemerintah menaikkan tarif bahan bakar minyak (BBM), listrik dan telepon di depan Istana Merdeka, Jakarta, 14 Januari 2003. [TEMPO/ Rendra; K11A/451/2003; 20030129].](/hg/photostock/2004/12/20/s_K11A45101_high_thumb.jpg) |
|
|
| Protes Kenaikan Harga BBM
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|