Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

PAD Kota Bekasi Lampau Target
Jum'at, 24 Desember 2004 | 19:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi 2004 ini melampaui target yang ditetapkan. Sampai 17 Desember, realisasi PAD sudah mencapai Rp 106 milyar, jauh dari target yang ditetapkan Rp 98 milyar (100,6 persen). Pada 2005 nanti, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akan dikenakan PPh21 untuk mendongkrak PAD.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Slamet Gumelar, pencapaian PAD yang melampaui target, diperoleh dari sejumlah potensi pendapatan yang dikelolanya. Sebagian besar mencapai target, bahkan ada yang melebihi target yang ditetapkan seperti hasil Bea Perolehan atas Hak dan Bangunan (BPHTB).

"Keberhasilan melewati target PAD Kota Bekasi sebelum masuk pekan terakhir tahun 2004 karena dibantu oleh bagi hasil Bea Perolehan atas Hak dan Bangunan (BPHTB) yang mencapai Rp34 miliar. Padahal target semula hanya Rp24 miliar," kata Slamet pada Jum'at (24/12).

Dari data yang yang diperoleh di Dispenda, perolehan pajak yang paling besar bersumber dari retribusi tempat usaha seperti restoran yang mencapai Rp12 milyar. Sedangkan perolehan pajak terkecil berasal dari retribusi ketenagakerjaan orang asing di Bekasi sebesar Rp 800 juta.

PAD dari pajak reklame juga diperkirakan pada akhir 2004 ini target akan terpenuhi. Dikatakan Slamet, dari target pajak yang berasal dari penyediaan papan reklame, perolehannya mencapai sebesar Rp 4,1 milyar, hingga 17 Desember lalu, sudah mencapai 4,072 milyar.

Selain itu, dari perolehan pajak Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang menargetkan 24 miliar, ternyata pada pertengahan Desember 2004 ini, pemerintah telah mengantongi Rp 34 miliar atau melebihi target. "Pajak-pajak itu menjadi primadona pendapatan kita," kata dia.

Tapi, dari data yang diperoleh, ada beberapa potensi pendapatan yang belum menunjukan sumbangan yang tepat. Seperti pendapatan dari pajak air bawah tanah. Saat ini, pemkot telah mengantongi sebesar Rp 285 juta, dari target Rp 300 juta. Begitu pula pajak air permukaan, telah terealisasi Rp 6 milyaar dari target Rp 8 milyar.

Meski belum mengatakan nilai targetnya, pada 2005 nanti, pemkot Beaksi optimis dapat menaikkan target lebih besar dari PAD tahun 2004. Sebab, potensi pajak dari kendaraan yang sebenarnya menjadi primadona pendapatan belum maksimal. Awal 2005 mendatang, akan dilakukan pendataan ulang.

"Untuk tahun 2005 nanti bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kota Bekasi akan melakukan pendataan ulang terhadap Objek Pribadi Dalam Negeri (OPDN)," tuturnya. Tujuannya, terutama melihat hasil audit dan dipastikan dapat menambah kocek PAD.

Selain, audit terhadap Kantor OPDN, pemkot Bekasi kata Slamet, mulai awal 2005, pemkot akan memberlakukan peraturan pajak bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bekasi. Selain itu, setiap SPBU juga dikenakan peraturan PPh21.

Siswanto-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Faisal Basri: Pemerintah Belum Berikan Tax Amnesti
Defisit Anggaran Sampai Oktober Rp 2,7 triliun
Kejari Tangerang Lepas Tanggung Jawab
Acuan Departemen Keuangan : Good Governance
ISO 9001:2000 Buat Kanzen
Ditjen Pajak Punya Data 85 Juta Wajib Pajak
Presiden Minta Dilapori Jika Ada Wajib Pajak yang Tak Tersentuh
Pemerintah Belum Ganti Dirjen Pajak dan Bea Cukai
Lembaga Pengawasan Pajak Didekalrasikan
Departemen Keuangan Belum Tahu Fiskal akan Dicabut
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data