Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Menjelang Natal, Sejumlah Lokasi di Jakarta Diteror Ancaman Bom
Jum'at, 24 Desember 2004 | 14:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, sejumlah lokasi di Jakarta menjadi sasaran teror ancaman bom.

Polda Metro Jaya setidaknya telah menerima lima laporan dan permintaan bantuan Gegana untuk melakukan menyelidiki dugaan adanya bom di sejumlah tempat pada Kamis (23/12).

Salah satu tempat yang sempat digoncang isu bom adalah Gedung Plaza Bank Mandiri di Kebayoran baru, Jakarta Selatan. Informasi adanya bom tersebut mengakibatkan kepanikan penghuni gedung. Begitu diumumkan managemen gedung, ratusan karyawan yang berkantor di segera gedung tersebut berhamburan keluar.

Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Komber Pol. Tjiptono hari ini menjelaskan, informasi adanya bom diperoleh seorang karyawan Bank Mandiri bernama Andi Kartika sekitar pukul 13.00 WIB.

Telepon gelap dari seorang lelaki yang tak dikenal itu memerintahkan Plaza Mandiri untuk segera mengamankan penghuni gedung, karena gedung tersebut akan menjadi sasaran ledakan bom. “Mohon Anda segera mengamankan karyawan, karena akan menjadi target (bom). Gedung Plaza Mandiri, Plaza Bapindo, dan kantor pusat Pertamina akan di bom,” kata bunyi ancaman lewat telepon yang diterima Andi.

Ancaman tersebut diteruskan ke pihak keamanan gedung dan pihak keamanan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya berada di samping gedung.

Satu tim dari Gegana Polda Metro Jaya yang dipimpin Briptu Agus melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi di gedung tersebut. Namun, setelah sekitar satu jam melakukan penyisiran petugas tak menemukan adanya indikasi bom.

Polisi juga melakukan penyisiran di Plaza Bapindo dan kantor pusat Pertamina. Namun, polisi juga tidak menemukan sesuatu benda yang diduga bom.

Aksi teror ancaman bom juga dialami kantor PT Djakarta Llyod di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Ancaman adanya bom dilokasi tersebut diterima oleh Eliyanti, karyawati kantor, melalui telepon. Penelepon gelap itu mengatakan, “Hati-hati, karena di Djakarta Llyod ada bom.” Pengelola kantor segera melaporkan ancaman tersebut ke kepolisian terdekat.

Namun, ancaman yang mengakibatkan kepanikan karyawan Djakarta Llyod itu lagi-lagi ternyata tidak terbukti.

Isu bom ini juga melanda sejumlah warga di sekitar halte bus Jalan Ir. H. Juanda kelurahan Kebon Kelapa, Jakarta Pusat.

Lima orang laki-laki yang tak dikenal menitipkan tiga buah tas yang mencurigakan kepada seorang tukang parkir bernama Daswin alias Awing (18 tahun). Lima orang lelaki yang tak dikenal itu setengah memaksa menitipkan barang-barang tersebut kepada saksi, hingga saksi menolak. Kelima orang itu akhirnya tetap nekat dan meninggalkan barang-barang berupa tiga buah tas itu di lokasi. Tak satu pun warga yang berani menyentuh barang tersebut.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas kepolisian terdekat. Petugas yang juga tak berani membuka tiga buah tas itu akhirnya memanggil satuan penjinak bom dari Polda Metro Jaya.

Satuan Tim Gegana dari Polda Metro Jaya dipimpin oleh Brigadir Rahmat mencoba menyelidiki isi tiga tas tersebut. Setelah dibuka satu persatu, ketiga tas itu ternyata hanya berisi baju dan celana yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

Ramidi - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sniper Akan Jaga Gereja di Jawa Tengah
Granat Berkarat Tergeletak di Taman Hotel Hilton
Jusuf Kalla Sinyalir Pelaku Pengeboman Gereja di Palu
Tim Khusus Mabes Polri Dikirim Ke Palu
Inilah Pertanyaan untuk Ba'asyir
Ba'asyir Dijerat UU Terorisme
Terdakwa Bom Gereja Santa Anna Dihukum Penjara
Kapolri Yakin Tak Ada Bom Malam Natal 2003
Saksi Kasus Bom Gereja Melihat Kantung Kresek Putih
Tim Pembela Muslim akan Dampingi Misuari
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
Profil Tim Relawan untuk Kemanusiaan
Ciri Khas Bom Kelompok Hambali
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Badan Intelijen Negara
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data