|
Jakarta
Banjir Kanal Timur Proyek Paling Populer 2004
Kamis, 23 Desember 2004 | 16:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Walikota Jakarta Timur, Koesnan Abdul Halim, menyatakan di antara pointer penting yang bisa dievaluasi selama 2004 adalahk kelanjutan mega proyek Banjir Kanal Timur (BKT). Proyek BKT, ujar Koesnan, menjadi prioritas dan paling populer. "BKT penting, karena satu-satunya cara yang permanen dan signifikan untuk mengatasi masalah banjir tidak hanya Jaktim tapi DKI," kata Koesnan dalam jumpa persnya, Kamis (23/12)..
Jumpa pers dihadiri pula oleh musyawarah pimpinan kota (Muspiko), Polres Jakarta Timur, dan Kodim Jakarta Timur.
Dengan tuntasnya BKT, kata Kosenan, pihaknya optimistis tidak akan ada lagi proyek tambal sulam, "Meskipun baru 80 persen banjir di Jakarta dapat diatasi".
Kanal ini akan menampung aliran dari lima sungai besar yakni Kali Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung. "BKT tidak hanya sebagai penangkal banjir tapi juga sebagai jalur transportasi air, sebagai back up sistem transportasi lain dan beberapa tempat juga akan dibangun dermaga-dermaga wisata.
Banjir kanal Timur yang pembangunannya dilakukan oleh kementrian Pemukiman dan Prasarana Wilayah memotong wilayah Jakarta Timur dan Utara sepanjang lebih 23 km dengan lebar 100-130 meter. "Pemerintah kota bertanggungjawab untuk pembebasan tanahnya," kata Koesnan. Tanah yang diperlukan untuk trace BKT di wilayah Jakarta Timur seluas 1.833.148 meter persegi atau 142 hektar tersebar di sebelas wilayah kelurahan. "Tanah tersebut terdiri dari 1.421.247 m2 milik warga dan 411.937 m2 merupakan tanah fasos/fasum," ungkap Koesnan.
Menanggapi pemberitaan di media massa tentang pernyataan dari pihak propinsi bahwa Gubernur akan menarik kembali proyek pembebasan tanah yang lelet, Koesnan menjawab, kinerja kegiatan baru bisa diukur akhir tahun ini. "Menilai tentunya dengan parameter," kata Koenan. menurutnya pihak Pemkot akan mengikuti saja perintah dari propisi kalau memang dirinya dinilai gagal tetapi selama ini dirinya masih optimis bisa menyelesaikan tugasnya. "Kami menggunakan parameter keberhasilan, berapa besar biaya yang disiapkan dan berapa besar yang terserap," sergahnya.
Agus Supriyanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|