Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

FPI Bentrok dengan Satpam JICT
Kamis, 23 Desember 2004 | 16:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 150 orang anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JCT (Jakarta International Container Terminal). Bentrokan itu disebabkan tanah yang ditimbun setinggi tiga meter oleh pihak JICT sehingga menutupi jalan masuk menuju makam keramat.

Pertikaian antara pihak JICT dan pembela makam keramat Habib Hasan bin Muhammad al Haddad kembali terjadi. Menurut Wakil Ketua DPP FPI, Habib Hasan al Jufri, bentrokan menjadi tidak terhindarkan karena pihak JICT masih melakukan kegiatan penimbunan di areal seluas 5,4 hektar tersebut. "Masak jalan masuk menuju makam ditutup," ujarnya kepada wartawan di lokasi pada Kamis (23/12).

Bentrokan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, kedua belah pihak saling serang dengan melempar batu. Akibatnya, tiga orang FPI, seorang anggota masyarakat dan seorang orang satpam JICT mengalami luka cukup serius. Kelima korban itu kemudian dilarikan ke RS Koja, yang terletak tidak jauh dari makam.

Menurut Hasan, tanah seluas 5,4 hektar itu sudah diakui pihak JICT sebagai milik ahli waris makam keramat, dalam pertemuan antara kuasa hukum ahli waris dengan pihak JICT beberapa waktu lalu. "Mereka mengakui tidak pernah membayar ganti rugi kepada ahli waris," kata Hasan yang juga ikut dalam pertemuan itu.

Hasan juga menuturkan antara kuasa hukumnya, Chandra Motik, dengan Direktur JICT, Maman Suryaman sudah mengadakan pertemuan pada Rabu (22/12) kemarin. "Mereka akan meratakan tanah seperti semula dan berjanji tidak akan ada aktivitas," kata Hasan.

Bentrokan akhirnya bisa dilerai setelah tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) petugas KPPP (Kesatuan Polisi Pengaman Pelabuhan) tiba di lokasi. Dalam pertemuan dengan Hasan, Kepala KPPP Kompol Chairul NA, meminta agar FPI dapat menahan dirinya untuk tidak terlibat perbuatan anarkis. "Seharusnya perundingan diserahkan kepada kuasa hukum masing-masing," katanya.

Mengenai bentrokan yang terjadi, Chaerul berjanji akan mengusutnya. "Siapa yang melakukan tindakan melawan hukum, akan kami tindak," katanya kepada wartawan. Menurut Chaerul, pihaknya baru akan memproses jika ada pihak yang melaporkan. "Pasti akan ada yang melapor," tambahnya.

Saat ini, ratusan massa FPI beserta warga sekitar makam masih berjaga-jaga di dalam areal makam. Mereka membuat brikade pagar berduri pada gerbang masuk menuju makam. Sementara satpam JICT, yang memang kalah dalam jumlah, sudah ditarik mundur menuju kantor JICT.

Tito Sianipar-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wali Kota Gorontalo Minta Pelengseran Dirinya Harus Melalui Proses Hukum
Kampus dan Rumah Walikota Gorontalo Masih Mencekam
Tak Ada Pengibaran Bendera Dihari Ulang Tahun GAM
Tim Penyelidik AS Mulai Investigasi Lokasi Kecelakaan Lion Air
BBM Naik, Upah Buruh Harus Dinaikkan
Universitas Gorontalo Terpaksa Diliburkan
Puluhan Penagih Hutang Nyaris Bentrok dengan Pekerja Pabrik
Polisi Bantah Tembak Warga Donggala
Rusuh Saat Penertiban, 3 Kamerawan TV Dikeroyok
Polisi Kejar 12 Tersangka Kerusuhan Mamasa
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data