Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

195 Sekolah di Kabupaten Tangerang Tak Bermeja dan Kursi
Kamis, 23 Desember 2004 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 20 persen atau setara denga 195 dari total 975 Sekolah Dasar di Kabupaten Tangerang tidak mempunyai meja dan kursi. Akibatnya, para siswa belajar mengampar alias lesehan. Sebagian besar bangku yang ada telah rusak dan tidak layak pakai, karena dimakan usia. "Meja dan kursi itu sama tuanya dengan bangunan gedung SD tersebut yang dibangun sejak tahun 1979 dan 1984," Kasubdin Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Karnadi, kepada Tempo, Kamis (23/12).

Selain itu, pembangunan gedung baru tidak diikuti penyediaan mebel, meja dan bangku. Pemerintah hanya menganggarkan pembangunan gedungnya saja, tapi mebelernya tidak. Menurut Karnadi, sejak tahun 2001 pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Tangerang tidak menyertakan penyediaan bangku. Krisis moneter membuat harga bahan bangunan naik sehingga para kontraktor rekanan pemda meminta agar ada beberapa item yang dikurangi. "Salah satunya adalah mebeler," ujar Karnadi.

Karnadi mencontohkan, kondisi seperti di SD Negeri Muara I Teluk naga, Desa Muara, Kecamatan Teluk naga, terjadi di
ratusan SD di Kabupaten Tangerang. Siswa SD negeri Muara I, sejak 15 bulan terakhir ini, sekitar 350 siswa belajar
dengan cara lesehan. Mereka belajar diatas lantai tampa alas apapun. Karnadi menyayangkan pembangunan gedung
sekolah tanpa mebel itu terus berlangsung hingga sekarang. "Akibatnya ada sekitar 20 persen SD yang tidak mempunyai
bangku," kata dia.

Menurutnya banyak bangku milik SD yang sudah tidak layak untuk digunakan. Sementara sekitar 60-70 persen bangunan SD sudah mengalami kerusakan. "Masih layak, tapi tidak memadai lagi," tutur Karnadi. Jumlah total SD di kabupaten Tangerang sendiri, lanjut Karnadi, ada sekitar 975 sekolah.

Karnadi menambahkan bahwa mulai tahun 2002 pembangunan dan renovasi gedung sekolah tidak lagi ditangani oleh Subdinas Sarana dan Prasarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Hal itu kini menjadi tanggungan Dinas Tata
Ruang Kabupaten Tangerang dan kantor cabang dinas pendidikan di tiap kecamatan. Menurut Karnadi, kantornya
kini hanya mengusulkan untuk perbaikan dan pembangunan gedung baru. "Kami sekarang hanya sebagai user saja," kata
Karnadi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar, mengakui pemerintah setempat kesulitan dalam mendanai pengadaan mebeler untuk sekolah-sekolah yang berjumlah hingga ratusan. Pasalnya, jumlah kondisi sekolah yang sama sangat banyak sedangkan dana untuk pengadaan mebeler sangat terbatas dan hanya dialokasikan dalam APBD sebesar Rp 950 juta. "Secara logika saja, mana cukup untuk memenuhi mebeler ratusan sekolah yang secara serentak membutuhkan hal yang sama," ujar mas Iman.

Joniansyah-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data