Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Tim SAR Temukan Satu Korban Mahasiswi Sahid
Rabu, 22 Desember 2004 | 19:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah hanyut selama tiga hari di Sungai Ciondang, Gunungsari, Pamijahan, Kabupaten Bogor, akhirnya mayat Dwi Haryanti, 23 tahun mahasiswi Universitas Sahid asal Kalibata, Jakarta Selatan, ditemukan mengambang di Kampung Gardu, Desa Cibitung Wetan. Penemuan itu sekitar 10 kilometer dari tempat kejadian.

Dwi ditemukan mengambang oleh warga setempat sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah menemukan Dwi TIM SAR hingga Rabu (22/12) petang masih terus melakukan pencarian.
Menurut Komandan Rayon Militer (Danramil) Cibungbulang
Kapten Inf Abdul Manan, penemuan Dwi langsung dilaporkan ke Posko Tim SAR dekat tempat kejadian. Saat itu anggota Tim SAR besama warga setempat sedang melakukan pencarian dengan cara menyisir sepanjang Sungai Ciondang sampai dengan desa Cibitung Kulon.

"Kami menerima laporan dari warga Cibitung Wetan,
jenasah korban ditemukan di sana, sekitar pukul 12.30
Wib. Setelah mendapat informasi itu kami langsung meluncur ke tempat penemuan. Mayat itu dipastikan bernama Dwi setelah dikenali teman dan keluarga korban," kata Abdul Manan saat dihubungi lewat teleponnya.

Saat ditemukan mayat korban sudah rusak, tubuhnya
banyak luka, jenasahnya kemudian dibawa ke RSU PMI
untuk dikafani. Setelah menemukan Dwi tim SAR dibantu
warga bersemangat lagi untuk mencari satu korban lain
yakni Kirana Agus, 24 tahun asal Jalan Sadewa No 165,
Depok II , Kota Depok. Di lokasi pencarian beberapakali terjadi hujan, namun tidak terlalu mempengaruhi debit air di Sungai Ciondang.

Kesulitan lain Tim SAR yakni di sepanjang aliran
sungai Ciondang banyak terdapat pusaran air (Leuwi)
yang dalamnya sekitar 5 hingga 10 meter, peralatan
yang terbatas juga mempengaruhi upaya pencarian, Namun
Kapten Abdul Manan optimis jenasah Kiran bisa
ditemukan secepatnya. Tidak jauh dari lokasi hanyutnya
lima pecinta alam dari Universitas Sahid, upaya pencarian
juga dilakukan dengan mendatangi paranormal.

Sepeti diberitakan Koran Tempo, Lima pecinta alam (4
orang diantaranya Mahasiswa Universitas Sahid) hanyut
dihantam banjir bandang di Sungai Ciondang saat mereka
berada di batu besar di tengah sungai, Sabtu malam
sekitar pukul 21.00 Wib. Kelimanya Adi Wibisono, Dwi
Haryanti, Didin Muhidin, Kirana Agus dan Muhammad
Solihin. Saat kejadian hanya Didin yang berhasil
menyelamatkan diri, sedangkan 4 temannya terbawa
hanyut.

Hari Minggu Tim penolong berhasil menemukan Muhammad Solihin, warga Jalan Danau Tiga RT 20/04,Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan Adi Wibisono,mahasiswa Fakultas Ekonomi asal Cikarang, Bekasi.

Sungai Ciondang adalah salah satu anak sungai yang
berhulu di Gunung Salak, lebarnya sekitar 10 meter.
Jika surut terlihat banyak bebatuan besar dan kecil
serta pasir dibawahnya. Sungai ini berada di
ketinggian sekitar 905 meter di atas permukaan laut dan
mengalir menuju Cibungbulang. Tidak jauh dari lokasi
kejadian terdapat tiga obyek wisata Curug (Air Terjun)
yakni Curug Seribu, Curug Ngumpet dan Curug Cigamea.
Rencananya para mahasiswa Usahid ini akan melakukan
pelantikan anggota barunya yang tergabung dalam Sahid
Economis Adventure Team (SEAT) di kawasan Wisata
Gunung Salak Endah yang jaraknya sekitar 3 kilometer
dari lokasi kejadian.

Lokasi kejadian dapat ditempuh dari Gunung Salak Endah dari arah Kantor Kecamatan Cibungbulang sekitar 16 Kilometer,atau sekitar 50 kilometer dari Kota Bogor. Kawasan wisata ini yang berada di lembah Gunung Salak (910-920 M dpl) selalu dikunjungi banyak para pecinta alam untuk berkemah karena pemandangannya indah serta tidak jauh dari obyek wisata air terjun. Daerah yang
berbatasan dengan Kecamatan Cidahu, Sukabumi, bisa
ditempuh melalui daerah Cibungbulang dan Pamijahan
atau Bumi Perkemahan Cidahu.

Jika menuju Gunung Salak Endah melalui Cidahu bisa
ditempuh dengan menelusuri Kawasan Gunung Salak
melalui Pos I sampai III. Dengan menempuh jarak
belasan kilometer (naik-turun) bisa bertemu batas Desa
Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan. Daerah ini
seringkali menjadi tantangan bagi pecinta alam untuk
menempuhnya.

Deffan Purnama-Tempo





Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang warga berlari berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang membakar empat gerbong KRL (Kereta Rel Listrik) jurusan Jakarta-Tangerang di daerah Simprug, Jakarta Selatan, Selasa, 18 November 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K19A/353/2003; 20031118]. Seorang warga berlari berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang membakar empat gerbong KRL (Kereta Rel Listrik) jurusan Jakarta-Tangerang di daerah Simprug, Jakarta Selatan, Selasa, 18 November 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K19A/353/2003; 20031118].
KRL Jabotabek Terbakar
KRL Jabotabek Terbakar

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiga Mahasiswa Yang Hanyut Ditemukan Tewas
Korban Tewas Peristiwa di UIN Dikebumikan
Tim SAR Masih Cari KOrban Tenggelam
Agar Tidak Teradi Kecelakaan, Civil Savety Regulation Harus Dipatuhi
Kereta Api Tabrak Kontainer Pengangkut Susu di Cakung
KNKT: Semua Bantuan Navigasi dan Fasilitas Pendukung Bandara dalam Kondisi Baik
Petugas Menara ATC Adi Sumarmo Lihat Kejanggalan
KNKT: Penyebab Kecelakaan Lion Diumumkan Dalam Sebulan
Kepala Bangkai Pesawat Lion Dipotong
Wapres Kunjungi Korban Lion Air
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan
Ketinggian Pohon Punya Batas

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data