Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Anggaran Rehabilitasi Rumah Pimpinan Dewan Rp. 2,7 Miliar Tak Jelas
Minggu, 19 Desember 2004 | 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggaran rehabilitasi rumah dinas ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta 2005 sebesar Rp. 2,7 milyar. Namun, dari anggaran yang diajukan itu tidak ada satu pun rincian penggunaan anggaran, untuk itu, dewan akan meminta break down (rincian) anggaran tersebut. "Kami akan segera minta break down (rincian) anggaran itu. Biar semuanya jelas, "kata Ketua Komisi D DPRD DKI, Sayogo Hendrosubroto.

Sayogo menyatakan, anggaran tersebut wajar, alasannya, biaya untuk renovasi rumah dinas pimpinan dewan yang ada di kawasan menteng memerlukan biaya yang tidak sedikit. "Bisa saja segitu untuk perbaikan rumah pimpinan dewan. Mungkin untuk renovasi, interior, gorden, cat, beli kursi," kata Sayogo. Lagipula, kata Sayogo bagi rumah pimpinan dewan pasti lebih memerlukan perawatan yang lebih intensif, seperti perawatan taman.

Namun demikian, kata Sayogo, itu tidak berarti pihaknya membenarkan dan mendukung usulan anggaran itu. Menurutnya, semua anggaran yang diajukan haruslah berpedoman dengan harga satuan DKI. Sehingga tidak akan ada penyelewengan anggaran. "Itu tidak masalah, asal tetap berpedoman pada harga satuan yang ada di DKI. Kalau untuk rehabilitasi rumah ya seperti pengerjaan plafon yang rusak, taman," Sayogo menjelaskan.

Sementara itu, Ketua forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menyatakan anggaran tersebut sangat tidak wajar. "Daripada rehabilitasi mendingan beli aja rumah baru. Nggak wajar anggaran itu," kata Tigor saat dihubungi Tempo, Minggu (19/12).

Lagipula, lanjut Tigor, pengajuan anggaran tersebut tidak disertai dengan penjabaran mengenai alokasi anggaran tersebut. Sehingga sangat mudah sekali untuk digunakan sebagai ajang korupsi. "Yang menjadi persoalan sekarang ini adalah, masyarakat tidak pernah mengetahui berapa rincian anggaran itu," kata Tigor.

Tigor bahkan menyatakan dalam pencantuman anggaran tersebut diduga terjadi kolusi/korupsi anggaran melalui APBD. Pasalnya, lanjut Tigor, anggaran tersebut diajukan oleh eksekutif dan masuk dalam anggaran eksekutif. Padahal anggaran yang berkaitan dengan dewan seharusnya masuk dalam sekretariat dewan. "Kejaksaan harus segera memeriksa karena eksekutif bermain dengan membeli dewan. Ini harus segera ditindaklanjuti," kata Tigor.

Suryani Ika Sari - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes sopir bajaj yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Bajaj Tolong-Menolong menentang rencana Pemda DKI Jakarta yang akan menggantikan peran bajaj sebagai angkutan dalam kota dengan mobil mungil bernama Kancil di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, 9 Agustus 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/430/2003; 20030923]. Protes sopir bajaj yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Bajaj Tolong-Menolong menentang rencana Pemda DKI Jakarta yang akan menggantikan peran bajaj sebagai angkutan dalam kota dengan mobil mungil bernama Kancil di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, 9 Agustus 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/430/2003; 20030923].
Protes Sopir Bajaj
Protes Sopir Bajaj
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sutiyoso Optimistis TPST Bojong Beroperasi Awal 2005
Hingga Akhir 2004, 250 Unit Kancil Siap Beroperasi
Mastel dan KPI Menentang Perda DKI Soal Komunikasi dan Telekomunikasi
Sutiyoso Bantah RAPBD 2005 Ganda
Ribuan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Menolak Dipindahkan
Ribuan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Menolak Pindah
Walikota Jakarta Utara Terima Delegasi Kapal Perang Pakistan
Thames Pam Jaya Curang, Didenda Rp 1 miliar
Kasus Pasar Tanah Abang Kian Kisruh
Presiden Dukung Pembangunan Subway dan Perumahan Massal
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data