Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Bocah SD Tenggelam di Kali Mookervart
Kamis, 16 Desember 2004 | 16:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Andi Bagus Susanto, 9 tahun, bocah kelas 4 SD Kebon Besar 2, Kota Tangerang, sampai Kamis (16/12) sore belum ditemukan. Andi hanyut dan tanggelam di Kali Mokervart Jalan Daan Mogot Tangerang, Rabu (15/12) pukul 15.30.
Kedua orang tua Andi, Edi dan Ratih hingga kini masih shock setelah tahu anak busngsu dari tiga bersaudara itu
tenggelam.

Ratih yang ditemui di lokasi menuturkan, "Anak saya kemarin pulang sekolah, ganti baju terus main bola, tidak pamit kalau mau mandi di sungai" kata Ratih sambil sesenggukan menahan tangis. SElama ini, kata Ratih, Andi tidak pernah bermain jauh dari rumahnya. Apalagi mandi di kali. Itu sebabnya dia sangat kaget begitu mendapat kabar anaknya kecemplung di
sungai.

Saat ini Andi dan ibunya tinggal di rumah kontrakan di Jalan Berlian RT 07/08 Perumahan Batu Ceper Indah. Jarak antara rumah dan Kali Mookervart cukup jauh, lebih dari radius 1 Km dan letaknya di seberang jalan Daan Mogot.

Ratih menceritakan anaknya bermain bersama empat kawannya. Dari keterangan Aan, kawan Andi sebenarnya anak
bungsunya itu berniat menolong Aan yang terpeleset ke dalam sungai. Namun justru Aan selamat, tetapi Andi menjadi korban dan tenggelam.

Sementara Edi yang sehari-hari sebagai buruh bangunan tidak mau berkata sepatah katapun karena terpukul atas
tenggelamnya Andi. Apalagi Andi adalah anak lelaki satu-satunya, karena anak lelaki pertama Edi juga tewas dengan cara mengenaskan yakni mati tertabrak kereta api. Sedangkan anak keduanya wanita dan ketiganya Andi.

Puluhan warga masih berkerumun di sekitar tenggelamnya Andi. Mereka menonton pencarian Edi dari atas jembatan. Sebagian yang lain menunggu di tepi sungai, ada yang sambil memancing. Seorang warga bernama Ernawati mengatakan, sudah sering kali Mokervart menjadi tempat tenggelam anak-anak kecil yang mandi. Tetapi Erna tidak tahu berapa jumlahnya. "Soalnya di situ ada sumur atau semacam cerukan batu yang dalam, itu yang airnya alirannya berputar. Kemungkinan Andi tenggelam di situ," kata Erna.

Sementara itu hingga Kamis sore, tim satuan pelaksana penanggulangan bencana alam Kota Tangerang yang malam
sebelumnya telah menurunkan tim belum berhasil mengangkat Andi. Belum diketahui apakah Andi masih hidup atau sudah
mati. Menurut Edi, salah satu tim satkorlak bencana alam, bernama Eddie pencarian Andi sulit dilakukan karena Kali
Mookervart berlumpur dan kotor.

"Kami terus melakukan penyisiran, kemungkinan membuat alat dari bambu yang runcing untuk mengaduk-aduk lumpur," kata Eddie. Sampai saat ini belum ada keterangan dari kepolisian Polsek Batu Ceper apakah Andi tenggelam karena
kecelakaan terpeleset atau faktor lain.

Ayu Cipta-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data