|
Bekasi
Sakun Tewas Saat Menunggu Enam Jam di UGD
Rabu, 15 Desember 2004 | 09:50 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Sakun, 60 tahun, warga Kampung Cinini, Desa Sumber Mulya, Kecamatan Haur Geulis, yang ditemukan pingsan di pinggir rel kereta api (KA), di sebelah jembatan Bulan-Bulan Kelurahan Teluk Buyung, Bekasi Timur akhirnya tewas. Cukup ironis, karena Sakun telah dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi. Namun, karena belum ada penanganan hingga 6 jam, Sakun pun meninggal kemarin malam, Selasa (14/12) sekitar pulul 20.30.
Ketika ditemukan sekitar pukul 14.15 WIB, kondisi tubuh Sakun sudah dalam keadaan parah. Sekitar pukul 14.30 WIB korban mendapat perawatan di UGD RSUD Kota Bekasi. Meski dalam keadaan tak sadar, oleh perawat, Sakun tidak dipindahkan ke ruang perawatan pasien lain, sampai akhirnya tewas.
Sakun ditemukan pertama kali oleh petugas Stasiun KA Bekasi, Affandiyanto, sekitar 500 meter dari Stasiun KA Bekasi. Di bagian kepala atas korban memar-memar
dan tergeletak di dekat buntalan berisi pakaian dan minuma air mineral yang dibawa.
Dari saku dompetnya Sakun, ditemukan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Sakun sendiri dan sebuah foto kopi atas nama Tantowi Jauhari, 23 tahun, warga Kampung Cimini Rt 13/3 Desa Sumber Jaya. Adapun di tas korban ditemukan karcis Kereta Rel Diesel Tegal Arum nomor 1 A kelas tiga jurusan Tegal Arum - Jakarta.
Setelah diperiksa, petugas KA kemudian mengantarkan Sakun ke RSUD Kota Bekasi dengan harapan mendapat perawatan yang optimal, mengingat korban memiliki karcis menumpang kereta api.
Setiba di UGD RSUD Kota Bekasi, korban memang sempat mendapat perawatan pertama di salah satu ruangan yang sumpek dan berbau anyir darah. Selama di
ruangan, korban yang diduga penumpang KRD Tegal Arum yang hendak pergi ke Jakarta, tidak pernah siuman. Dari diagnosa RSUD, Sakun pingsan karena bagian kepala membentur benda keras.
Sejauh ini, Kepolisian Sektor Bekasi Utara tidak mengetahui kepastian penyebab Sakun ditemukan sekarat di pinggir rel KA. Penyebabnya masih simpang siur, diduga Sakun pingsan setelah terjatuh dari KA berjalan.
Saat ini, jenazah warga Kampung Cinini itu membujur kaku di kamar mayat RSUD Kota Bekasi menunggu sanak keluarga yang mengambilnya. Apabila seminggu ini tidak ada sanak keluarga yang mengurusnya, pihak rumah sakit akan
menguburkan secara massal di pekuburan Kota Bekasi.
Siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|