Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Warga Yang diduga Hilang Mulai Pulang
Senin, 13 Desember 2004 | 18:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah orang yang dinyatakan 'menghilang' dari Desa Bojong, Desa Cipeucang, Desa Mampir dan Desa Setusari sudah mulai pulang ke rumahnya masing-masing, selama ini mereka mengaku takut pulang ke rumah karena khawatir ditangkap polisi.

Pernyataan orang hilang tanpa kabar pupus sudah, pernyataan tersebut terungkap ketika 70 warga membesuk 19 tersangka aksi kerusuhan TPST Bojong di Lembaga Permasyarakatan (Lapas Paledang) Kota Bogor. Mereka datang menggunakan 1 truk dan sebuah angkot.

"Sebenarnya tidak hilang kok, mereka Cuma ngumpet, karena takut ditangkap polisi. Cucu saya pulang narik angkot ditangkap," tutur ibu Inem, 65 tahun, warga Desa Bojong, yang juga mendengar tetangganya menghilang pasca kerusuhan Bojong.

Diakui oleh Inem, ia merasa kesal karena cucunya Edi,
yang dituduh salah satu tersangka kerusuhan TPST Bojong tidak tahu sama sekali kejadian itu karena sedang narik angkot jurusan Cileungsi-Bojong. Saat ditangkap Edi sedang beristrirahat di Pertigaan Cipeucang saat itu polisi langsung menangkapnya.

"Yang jelas yang belum pulang pada takut itu,
kemarin-kemarin udah banyak yang pulang ke rumahnya,
tapi masih takut bekerja," tutur seorang wanita
mengaku adik Taing, salah satu tersangka kerusuhan
Bojong. Ia menuturkan seminggu setelah kerusuhan
Bojong memang masih banyak menyembunyikan diri karena
takut ditangkap, apalagi mereka yang ditangkap
mengenalkan, "Eta meureum sireun dibejakeun ka polisi
jadi nyumput (itu kali takut diberitahu ke polisi jadi
ngumpet)," tuturnya.

Warga Desa Bojong lain mengaku bernama Maman, 24
tahun, menceritakan warga yang sembunyi sudah banyak
yang pulang ke rumahnya, mereka memang bersembunyi
setelah kerusuhan TPST Bojong meletus, "Sebagian sudah
pulang, tapi ada juga yang belum pulang tidak tahu ada
dimana," tutur Maman yang juga menyebutkan ada tempat
bersembunyi di sekitar Pasir Tanjung, Cariu dan dekat
salah satu Mesjid di Desa Bojong.

Mengenai tempat persembunyian warga yang pernah
dinyatakan menghilang, menurut sumber di Polres Bogor
telah dilacak, memang mereka ada yang sembunyi di
salah satu rumah di Desa Bojong dan Pasir Tanjung,
tempat ini pernah diintai dan disinyalir sebagai
tempat berkumpul dan bersembunyi warga yang belum
pulang. "Kami telah melakukan penyelidikan ternyata
ada dua tempat bersembunyi, yang lainnya mungkin
bersembunyi di rumah saudaranya," tutur sumber di
Polres Bogor.

Sedangkan Dadan, 30 tahun, warga pendatang yang
tinggal di Kampung Ciuncal, Bojong, menceritakan ada
beberapa tetangganya sempat bersembunyi tetapi
seminggu setelah itu kembali ke rumahnya lagi setelah
yakin tidak ada penangkapan lagi. "Mereka sudah banyak
yang pulang, memang ada juga yang belum mungkin masih
sembunyi," tutur Dadan pada beberapa wartawan saat
menunggu giliran menengok tetangganya yang ikut
ditangkap.

Saat keluarga para tersangka kerusuhan Bojong akan
membesuk Pihak Lapas Paledang mempersilahkan mereka
besuk bergantian 1 tersangka paling banyak 5 orang.
Semula aparat keamanan mendengar ada 15 truk warga
Bojong yang akan berunjuk rasa di Lapas Paledang,
ternyata yang datang hanya sekitar 70 orang itupun
untuk menjenguk keluarganya bukan berunjuk rasa.

Sebelumnya juga Tempo berhasil menelpon Naih, salah
satu pemuda yang aktif menolak keberadaan TPST Bojong.
Naih mengaku 'tiarap' dulu sampai keadaan normal
kembali. ia mengaku saat bersembunyi karena takut
ditangkap polisi. "Orang kenal saya sering melakukan
aksi penolakan TPST Bojong, tetapi saat kerusuhan
terjadi saya tidak ikutan merusak apalagi masuk ke
dalam, dengar tembakan saja takut," tutur Naih saat
dihubungi Tempo lewat ponselnya. Ia mengaku saat ini
berada di luar Desa Bojong.

Menurutnya beberapa saat setelah kerusuhan ia
mendengar beberapa tetangganya juga 'menghilang'
tetapi bukan ditangkap polisi melainkan bersembunyi di
rumah saudaranyahanya saja tidak sempat memberitahu
keluarganya. "Mungkin di rumahnya tidak punya telepon
jadi sulit berkomunikasi," tutur Naih.

Deffan-Tempo
purnama)



Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
     
Papan informasi
Penutupan TPA Bantar Gebang

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kasus Bojong, Kapolwil Bogor Diperiksa
Jakarta Timur Belum Memiliki Pengolah Limbah Rumah Tangga
Cut Memey dan Pernikahan Massal di TPA Bantar Gebang
133 Warga ?Hilang? Setelah Kerusuhan Bojong
Sutiyoso Mulai 'Melunak' Soal TPST Bojong
Menteri LH: TPST Bojong Jangan Dioperasikan Dulu
DPR RI Setuju Uji Coba TPST Bojong Diteruskan
Komisi II DPR Bahas TPST Bojong
DPR Minta Penjelasan Soal TPST Bojong ke Sutiyoso
Berkas Warga Bojong Tersangka Perusakan Selesai
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data