Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Anak Dokter yang Jadi Seniman
Sabtu, 11 Desember 2004 | 22:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pria yang bernama lengkap Djauhar Zaharsjah Fachrudin Roesli ini semula bercita-cita menjadi insinyur. Sempat mengecap pendidikan jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung selama empat semester. Namun, tiba-tiba keinginan Harry berubah dan berganti ke jalur musik

Ketiga orang kakak dan ibunya mendukung langkah Harry. Hanya ayahnya yang sempat mencap jelek profesi pemusik yang identik dengan mabuk-mabukan. Namun, ayahnya akhirnya pun setuju asal musiknya tidak dikomersialkan. Inilah yang menjadi warna musik Harry di kemudian hari.

“Musik saya tak laku dijual karena merupakan eksperimen, analisa, dan konsentrasi,” kata Harry suatu ketika.

Harry kemudian belajar musik di Rotterdam Conservatorium yang diselesaikannya pada 1981. Dia juga aktif di Departemen Musik Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Rumahnya pun dijadikan markas Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB), dengan kegiatan musik perkusi, band, rekaman musik, serta kegiatan lainnya.

Buat penggemar musik, apa yang disuguhkan Harry memang sesuatu yang aneh. Peralatan yang dipakai pun ganjil. Sebut saja, drum, gitar, gong, botol, kaleng rombeng, pecahan beling, dan kliningan kecil.

Nama Harry mulai dibicarakan ketika awal 1970-an, bersama Albert Warnerin, Indra Rivai, dan Iwan A. Rachman, membentuk Gang of Harry Roesli. Namun, kelompok musik ini bubar pada 1975, karena para pemainnya berkeluarga.

Selain mendirikan band, Harry juga mendirikan kelompok teater yang diberi nama Ken Arok pada 1973. Grup ini mementaskan Opera Ken Arok pada Agustus 1975 di TIM, Jakarta. Dua tahun kemudian bubar lantaran Harry belajar ke negeri Belanda.

Meskipun dia mendapat beasiswa dari Ministerie Cultuur, Recreatie en Maatschapelijk Werk (CRM) ketika belajar di Belanda, kebutuhan sehari-harinya tidak terpenuhi. Cucu Marah Roesli, pengarang roman Siti Nurbaya ini, kemudian bermain piano di restoran-restoran Indonesia atau main band dengan anak-anak keturunan Ambon di sana.

Ketika pulang liburan, dia menikah dengan Kania Perdani Handiman. Nia sempat diboyong ke Belanda. Dari pernikahan itu, kedua pasangan ini mendapat anak lelaki kembar, yakni Patria Khrisna Parama dan Layana Khrisna Parama pada 1982. Keduanya kini kuliah di Universitas Parahyangan Bandung.

Biodata Harry Roesli

Nama:
Djauhar Zahrsyah Fachrudin Roesli, akrab dipanggil Harry Roesli

Lahir:
Bandung, 10 September 1951

Pendidikan:
- Jurusan Sipil ITB Bandung (tingkat IV)
- Belajar musik elektronik di Rotterdam Conservatorium, Negeri Belanda (1981)
- Departemen Musik LPKJ, Jakarta

Karir:
- Pemain musik
- Pencipta lagu
- Membentuk grup musik ''Gang of Harry Roesli'' terdiri dari Albert Warnerin, Indra Rivai, dan Iwan A. Rachman (1971-1975)
- Membentuk grup teater Ken Arok (1973-1977)
- Dosen Jurusan Musik IKIP, Bandung
- Pimpinan Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB)
- Musik ciptaannya: Rumah Sakit
- Parenthese
- Sikat Gigi
- A.I.R. Opera Ikan Asin
- Opera Kecoa

Alamat Rumah :
Jalan W.R. Soepratman 57 Bandung

Alamat Kantor:
IKIP Bandung

Tito Sianipar - Tempo




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

'Drs Arif' Itu Telah Pergi
Seniman Harry Roesli Meninggal Dunia
Kampanye Anti Politikus Busuk Makin Gencar
Keluarga Sudharnoto Prihatin Masalah Belum Tuntas
Polisi Tetap Akan Meminta Keterangan Harry Roesli
Polisi Diminta Hati-Hati Dalam Menjatuhkan Saksi Pidana
Harry Roesli Surati Polda Mengenai Kesiapan Diperiksa
Bangkitnya Penegakan Hukum Secara Represif


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data