|
Jakarta
Wilayahnya Jadi Perdagangan Bayi, Ketua RT Merasa Kecolongan
Jum'at, 10 Desember 2004 | 21:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Terkait dengan terungkapnya kasus penjualan bayi di kelurahan Cipete Selatan, Ketua RT setempat merasa kecolongan oleh tersangka Isnania Singgih. ?Dia sangat tertutup dengan kegiatan di lingkungan,? ujar Sarwono, Ketua RT 007/RW03 Kelurahan Cipete Selatan, di rumahnya Jumat (10/12) malam.
Menurutnya, tersangka sangat jarang terlihat keluar dari rumahnya. Berdasarkan data darinya, tersangka sudah menempati rumah jalan Cipete I no 6A, yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP), sejak bulan Januari tahun ini.
Isnania Singgih saat mendaftar mengaku sebagai pengacara yang mengurusi kasus korban pelecehan seksual. Hal inilah yang membuat dirinya tidak mencurigai adanya beberapa anak seusia balita di rumah itu. ?Ia mengaku anak-anak itu adalah bagian kasus pelecehan seksual yang sedang ditangani,? ujar Sarwono.
Ketua RT tersebut mengaku tidak memiliki data yang lengkap mengenai jati diri tersangka. Tersangka pada saat mendaftar sebagai penduduk, menurut Sarwono lagi, hanya berbekal menunjukkan kartu nama sebagai pengacara. Sedangkan kelengkapan lainnya, menurut Sarwono berdasarkan janji tersangka, bakal dilengkapi di kemudian hari. ?Namun ketika ditagih berulangkali, selalu mengelak,? ujarnya lagi.
Mengenai ketertutupan tersangka juga diakui tetangga sebelah rumahnya. ?Orangnya pendiam, paling hanya tersenyum sedikit pada saat berpapasan,? ujar Helen, 18 tahun, anak pemilik rumah yang tepat bersebelahan dengan rumah tempat kejadian perkara. Lebih lanjut Helen mengatakan dirinya memang sering melihat beberapa anak balita bersama pembantu yang bercanda di pekarangan rumah tersangka.
Namun ia tidak menaruh curiga karena mengiranya sebagai saudara dari tersangka. ?Soalnya anaknya beda-beda terus, jumlahnya sekitar sepuluh anak,? ujarnya lagi. Sementara itu, saat ini di pagar rumah tersebut sudah dipasang garis polisi. Rumah berpagar tinggi hijau lumut tersebut tampak sepi tanpa penerangan lampu di depannya.
Namun demikian, dari pengamatan malam tadi sempat terlihat dua orang anak usia sekitar sekolah dasar dari dalam jendela rumah tersebut. Menurut keterangan yang didapat dari kepolisian sebelumnya, di rumah tersebut kini tinggal seorang pembantu bernama Warsini, 22 tahun, dan anak kandung dari tersangka.
Rinaldi Dorasman-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|