Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Kadin Jakarta Timur Menyetujui UMP 2005
Rabu, 08 Desember 2004 | 21:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kamar Dagang dan Industri (adin) Jakarta Timur, Yudhi Prasetyo Jayahadikusuma, menyatakan upah minimum propinsi yang ditetapkan Gubernur Sutiyoso masuk katagori wajar. "Saya kira keputusan gubernur cukup rasional," kata Yudhi kepada Tempo, seusai pembukaan Musyawarah Kota III Kadin Jakarta Timur, Rabu (8/12).

Dia mengakui permasalahan perburuhan harus diperhatikan secara serius. "Kami pengusaha membutuhkan karyawan, demikian pula karyawan membutuhkan kerja. Sehingga diantara, pengusaha dan buruh harus saling melengkapi," ujarnya kepada Tempo. Menurut Yudhi saat ini memang agak sulit untuk menentukan upah yang tinggi bagi karyawan karena pertumbuhan ekonomi belum tumbuh dengan baik.

Saat ini, kata Yudhi, pihak pengusaha mengalami kesulitan secara prosedural ketika menghadapi tarik menarik tawaran dari serikat buruh. "Terlalu banyak serikat buruh di sini, ada SPSI (serikat pekerja Seluruh Indonesia) ada SBSI(serikat buruh seluruh Indonesia) dan lainnya," kata dia. "Kalau misalnya serikat buruh satu saja, tidak banyak macamnya, kita kan bisa duduk bersama dan lebih mudah membuat dialog karena jelas siapa-siapa yang ikut," ujar Yudhi.

Agus Supriyanto-Tempo

Fototerkait
     
Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ibunda Nirmala Bonat, Martha Toni (kanan), di kediamannya Kebagusan, Jakarta, 26 Mei 2004. . [TEMPO/Tommy Satria; K21A/246/2004; 20040607].
Megawati Soekarnoputri dan ibunda Nirmala Bonat

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sembilan WNI Menunggu Eksekusi Mati di Malaysia
Aliansi Buruh Bersatu Bersikeras Bertemu Sutiyoso
Sutiyoso Belum Jadwalkan Pertemuan dengan Aliansi Buruh Bersatu
Pemerintah Latih TKI yang Ingin Kembali ke Malaysia
KBRI Siapkan Faktor Non Yuridis Kasus Herlina
Pengacara Herlina : KBRI Tidak Care
Pemerintah Berusaha Hadirkan Orang Tua Herlina ke Selangor
Aktivis Buruh Migran Demo di Depan Kedubes Malaysia
Lima Kapal Perang TNI AL Buat Angkut TKI Malaysia
Menaker Berusaha Minta Keringanan untuk Herlina
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data