|
Ekonomi dan Bisnis
Kenaikan BBM Tunggu Kepastian Harga Minyak 2005
Selasa, 07 Desember 2004 | 15:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menegaskan pemerintah belum akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena menunggu kepastian harga minyak dunia 2005.
Purnomo menambahkan pihaknya telah menyampaikan beberapa opsi pada pemerintah mengenai besaran kenaikan harga BBM berdasarkan asumsi harga minyak dunia.
"Setelah kami tahu harga minyak dunia baru dapat diketahui berapa besaran subsidi yang dapat dikurangi," kata dia, usai mengikuti Pertemuan Tahunan Pengelolaan Energi Nasional 2004 di Hotel Aston Jakarta Selasa (7/12).
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengusulkan enam opsi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), berdasarkan dua asumsi harga minyak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Asumsi harga minyak dalam APBN 2005 yang digunakan untuk menghitung subsidi BBM.
Saat ini, asumsi harga minyak untuk APBN tahun depan adalah US$ 24 per barel. Namun, untuk tahun depan perkiraan harga minyak berada pada kisaran US$ 35 per barel.
Jika harga minyak berada pada kisaran US$ 35 per barel, maka subsidi akan membengkak dari Rp 19 triliun (US$ 24 per barel) menjadi Rp 53 triliun. Kondisi ini ditambah dengan meningkatnya bagi hasil minyak dan gas bumi untuk daerah, sehingga anggaran diprediksi akan mengalami defisit Rp 1,3 triliun
Skenario penurunan subsidi BBM dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan sensitifitas masing-masing jenis bahan bakar.
Untuk itu, pemerintah telah melepas harga avtur dan avgas pada mekanisme pasar selanjutnya mengusulkan minyak diesel, minyak solar untuk industri serta premium mengikuti harga pasar.
Sedangkan minyak tanah untuk rumah tangga serta solar untuk rumah tangga dan transportasi dikategorikan sebagai komoditas yang sangat sensitif. Alasannya, baik masyarakat kecil dan umum masih mengkonsumsi jenis BBM itu dalam skala besar. (muhamad fasabeni
INDEKS BERITA LAINNYA :
|