Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Operasi Yustisi di Kelapa Gading Jaring 83 Orang
Selasa, 07 Desember 2004 | 14:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kotamadya Jakarta Utara menggelar operasi yustisi kependudukan pada Selasa (7/12). Operasi itu berlangsung di RW 04 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Operasi dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga dari pintu ke pintu. Dalam operasi tersebut, berhasil dijaring 143 orang yang melanggar ketentuan kependudukan. Namun hanya 83 orang yang disidangkan.

Menurut Amir Chadir, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara, Wilayah Kelurahan Kelapa Gading Barat dipilih karena merupakan daerah yang sering menjadi konsentrasi para pendatang baru di Jakarta Utara. Dalam operasi itu sendiri, kata Amir, melibatkan 35 orang aparat yang terdiri dari Satpol PP, Kepolisian, Koramil, petugas Kecamatan, Kelurahan, sampai para ketua RT.

Sebanyak 83 orang yang tidak memiliki kartu pengenal, langsung disidangkan di kantor RW 04. Sidang dipimpin hakim Karel Tupusi dengan jaksa penuntut Zaenudin. Para pelanggar tersebut dikenai denda yang bervariasi di antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Sedangkan sisanya sebanyak 60 orang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk yang berasal dari wilayah lain di Jakarta. "Kita sudah sarankan untuk membuat surat pindah," kata Amir di lokasi operasi kepada Tempo.

Menurut Amir, dari 83 orang yang tidak memiliki KTP itu, 18 orang merupakan pendatang yang sudah lama menetap di lokasi tersebut, namun enggan mengurus KTP. "Karena mereka beranggapan mengurus KTP itu susah. Padahal tidak," ujar Amir.

Sementara itu, sisanya, 65 orang merupakan pendatang baru yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kepada para pendatang ini, Amir mengaku hanya bisa menganjurkan segera mengurus segala keperluan kependudukan. "Harapannya dengan operasi ini, bisa menimbulkan efek jera bagi mereka," kata Amir.

Tito Sianipar - Tempo


Fototerkait
     
Presiden Megawati Soekarnoputri didampingi Taufiq Kiemas (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (kiri) saat akan meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan proyek
Megawati Soekarnoputri, Sutiyoso, dll

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pedagang Pasar Mayestik Belum Perpanjang Sewa Kios
Warga Kemayoran Datangi Komnas HAM
Ribuan Buruh Tuntut Pemberlakukan Upah Sektoral
Aliansi Buruh Protes Penetapan Upah Minimum Provinsi
Pedagang Terganggu Pagar Seng dan Pembangunan Blok A
Seluruh Fraksi DPRD DKI Jakarta Setuju Penggunaan Dana Cadangan Daerah
Wakil Pedagang Tanah Abang: "Presiden Dukung Perjuangan Kami"
Pengadilan Juga Sita Mitra PD Pasar Jaya
Pedagang Pasar Tanah Abang Kecewa dengan Kinerja Pansus DPRD
Sutiyoso: Ada Kejanggalan Pada Sita Pasar Tanah Abang
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data