Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

PT KAI Dirugikan Lintasan Liar
Senin, 06 Desember 2004 | 20:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Kereta Api merasa kewalahan dengan maraknya jalan lintasan liar yang dibuat masyarakat. Jumlah lintasan liar di wilayah Daop I Jabotabek mencapai 142 buah. Akibatnya, PT Kereta Api harus menangguk kerugian dengan mengganti lima lembar kaca kereta setiap harinya.

Humas PT Kereta Api Daop I Jabotabek Akhmad Sujadi menjelaskan jalan perlintasan liar ini dibuat masyarakat agar dapat dengan mudah menyeberangi rel. Caranya, rel yang menjadi pemisah satu tempat ke wilayah lainnya diurug dengan tanah, kerikil, batu, atau kayu agar motor dan mobil dapat melintas. "Agar berjalan mulus di sela-sela roda diberi kayu yang tidak mepet dengan rel bagian dalam," jelas Akhmad, di Jakarta, Senin, (6/12).

Lintasan liar itu akhirnya berimbas pada pihak PT Kereta Api. Setiap melewati lintasan liar mereka harus mengklakson dengan bunyi keras demi keselematan masyarakat. Bunyi keras dan berisiknya klakson rupanya sering menimbulkan tafsir yang buruk bagi warga. "Mereka akhirnya melempari kaca-kaca kereta karena kaget," katanya.

Setiap harinya, ungkap Akhmad, PT Kereta Api harus mengganti lima lembar kaca kereta akibat lemparan. Padahal setiap lembar kaca kereta seharga Rp 300.000. Bila kaca yang pecah kereta mahal seperti Argo Anggrek harganya lebih mahal, Rp 1.500.000. Dari semua jurusan kereta yang dilewati, kerusakan terparah akibat lemparan, di jurusan Jakarta-Merak.

Akibat seringnya kaca pecah, PT Kereta Api menerapkan siasat lain untuk menghemat biaya. "Kami mengganti kaca dengan melamin yang tidak bisa pecah," katanya. Hanya saja, penumpang juga mendapatkan imbas dari penggantian ini. "Pemandangan para penumpang memang menjadi terganggu," ujarnya. Ini karena kaca jendela kereta ini tidak bening, seperti kaca kereta yang asli. Untuk antisipasi wilayah Jakarta-Merak, PT Kereta Api malah melakukan tindakan ekstrim. "Pintu-pintunya dipasangi kerangkeng seperti mobil perang," kata Akhmad.

Sebenarnya PT Kereta Api telah memiliki lintasan resmi 622 buah di wilayah Daop I Jabotabek. Lintasan resmi adalah lintasan yang tercatat di Departemen Perhubungan dengan pos penjagaan dan pintu listrik otomatis. Dalam perkembangannya frekuensi lalu lintas kendaraan berkembang pesat. Kemacetan terjadi dimana-mana. Seringkali pengendara harus memotong jalan agar bisa mencapai ke suatu tempat dengan cepat. Akibatnya lintasan bertambah. PT Kereta Api lalu memberikan lintasan resmi yang tidak dijaga. "Biasanya diminta oleh masyarakat dan pengembang lalu dizinkan," kata Akhmad. Jumlah lintasan resmi tidak dijaga, kata Akhmad, sebanyak 181 buah.

Untuk tidak memperparah keadaan, pihak perusahaan melakukan berbagai upaya, antara lain dengan memasang patok rel di perlintasan liar untuk mengurangi atau membatasi kendaraan yang lewat. Pihaknya, tambah, Akhmad juga melakukan upaya dengan mengusulkan pemerintah untuk membuat jalan kolektor diarahkan pada perlintasan resmi yang sudah ada. Tindakan paling ekstrim yang dilakukan juga dengan menutup perlintasan secara bertahap dan mencegah timbulnya perlintasan liar baru.

Hanya saja belum diketahui jumlah kecelakaan akibat lintasan liar. PT Kereta Api hanya menyebutkan faktor disiplin pengemudi di perlintasan masih tergolong. Dalam periode Januari-Mei 2004 kecelakaan akibat ini sebanyak 92 kali (91 persen). Penyebab kecelakaan karena masinis melanggar sinyal, penjaga perlintasan tertidur sebanyak 5 kali (5 persen). Sedangkan penyebab kecelakaan karena bencana alam 4 kali ( 4 persen).

Bernarda Rurit - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kereta Api Tabrak Kontainer Pengangkut Susu di Cakung
Jenazah Korban Tabrakan Maut Dimakamkan Besok
Belasan Tewas, Kereta Api Seruduk Kijang
Masinis KRL Tewas Tersengat Listrik
Akibat KA Pertamina Terbakar, Jalur Selatan Lumpuh
Kereta Anjlok, Enam Gerbongnya Terbakar
Dephub Akan Tertibkan Jalur lintasan Kereta Ilegal
Perlintasan KA Liar Segera Ditutup
PT.KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik Lebaran
Selama Lebaran, PT KA Hentikan Perjalanan Kereta Barang
> selengkapnya...


Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Kereta Api Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data