Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gorong-gorong dan Tanggul Saluran Induk Tarum Barat Terancam Jebol
Minggu, 05 Desember 2004 | 12:32 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Bekasi siaga mengahadapi ancaman banjir. Di kabupaten itu setidaknya terdapat sekitar tiga titik gorong-gorong dan juga sejumlah tanggul yang terancam jebol. Tanggul-tangul itu terletak di perbatasan Kabupaten Karawang. Semuanya melintas di Kota Bekasi.Jebolnya gorong-gorong itu karena sejumlah kendaraan kelas berat kerap melintas diatasnya.

Jebolnya sejumlah tangul itu jelas mengancam sektor pertanian di kawasan itu, dan tentu saja menganggu pasokan air minum untuk jutaan warga Jakarta yang bersumber dari Saluran Induk Tarum Barat.

"Kalau sampai tanggul dan gorong-gorong itu jebol, pasokan air ke Jakarta jelas terganggu. Jakarta akan kekuarangan air, akrena perusahaan yang memasok air minum ke rumah-rumah warga mengambilnya dari saluran-saluran itu" kata Asisten Teknik Pengawasan Wilayah Sungai, Ir. Sudady kepada Tempo.

Selain ancaman ambrol, sedimentasi juga mengancam sejumlah saluran itu. Sedimentasi itu cukup parah sehingga volume air yang tertampung di saluran sungai berkurang. Akibatnya dalam waktu dekat ini, akan berpengaruh ke pasokan air bersih.

Pendangkalan Saluran Induk Tarum Barat itu, kata Sudady, terjadi di sepanjang Kabupaten Bekasi sampai sebagian di daerah Jakarta Timur.

Musibah jebolnya Saluran Induk Tarum Barat yang terjadi pada Mei 2001 silam saja, kata Sudady, mampu menyebabkan ratusan ribu pelanggan air bersih, dari rumah tangga, restoran, sampai rumah sakit di Ibu Kota Jakarta, kesulitan mendapatkan air, karena tak adanya pasokan air dari PT PAM Lyonnaise Jaya dan PT Thames PAM Jaya.

Untuk perbaikan tanggul jebol, kala itu diperlukan waktu sekitar satu minggu. Biaya perbaikan tanggul yang jebol di Saluran Induk Tarum Barat (Kali Malang) di Cikunir, Bekasi Barat, mencapai Rp 750 juta.


Siswanto - Bekasi



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BMG: Badai di Perairan Jawa Timur Tidak Lazim
Banjir Semarang, Petani Tambak Rugi Rp. 75 Juta
Banjir di Blitar, 7 Tewas
Kabupaten Cirebon Siaga I Hadapi Ancaman Banjir
Baru 12 Persen Tanah Dibebaskan untuk BKT
Tanah Retak, 46 Rumah Warga Terancam Ambruk
Ketinggian Air di Jakarta Utara Turun
Sungai Citarum Rusak Berat, 8 Titik Rawan Jebol
Butuh Rp 10 Miliar Perbaiki Pintu Bendung Kali Bekasi
Enam Kecamatan di Tangerang Siaga Banjir
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data