|
Kereta Api Tabrak Kontainer Pengangkut Susu di Cakung
Sabtu, 04 Desember 2004 | 21:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kereta Api Argo Gede jurusan Jakarta-Bandung,menabrak dan menyeret kontainer sejauh 30 meter lebih di pintu perlintasan kereta api stasiun Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.45 WIB. Tidak ada korban dalam kecelakaan ini. Sopir truk kontainer, Martono, 40 tahun, warga Banyuwangi, Jawa Timur, sekitar pukul 20.00 WIB, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi usai menjalani pemeriksaan polisi
Akibat kecelakaan itu, lalu lintas kereta api mengalami keterlambatan sekitar tiga sampai empat jam. ?Tidak ada korban dalam kecelakaan ini. Hanya supir truk, Martono, mengalami luka ringan di lengannya dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bekasi,? unkgkap Akhmad Sujadi, kepala humas kereta api daerah operasi I Jakarta (Kahumas DAOP I).
Truk kontainer tersebut mengangkut susu yang rencananya akan dibawa dari Pulo Gebang ke Surabaya. ?Kondisi kontainer hancur, dan box susu berhamburan di sekitar perlintasan kereta api di stasiun Cakung yang menghubungkan Jakarta-Kerawang,? kata Akhmad Sujadi. ?Tak kurang dari lima ribu warga berkerumun sejak sore,? ujarnya.
Lokomotif melaju di jalur tiga, menarik rangkaian gerbong pembangkit dengan nomor CC201 42, kereta makan, dan lima gerbong kereta eksekutif dengan penumpang sekitar 250 orang. Gerbong kereta pengangkut penumpang langsung ditarik dengan lokomotif pengganti satu jam kemudian yang didatangkan dari stasiun Jatinegara. ?Penumpang tidak dipindahkan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandung,? kata Akhmad Sujadi yang sempat menenangkan penumpang dari gerbong ke gerbong.
Akibat kecelakaan ini, terjadi kemacetan di jalan raya Cakung yang menghubungkan Pulo Gebang-Bintara. Akhmad memperkirakan sekitar empat jam lagi, lalu lintas baru bisa normal sejak pengerjaan pengangkatan dari TKP pukul 18.00 WIB. ?Saat ini baru jalur satu yang bisa dipakai, sedang jalur dua dan tiga macet. Jalur empat sedang diperbaiki dan sebentar lagi sudah bisa dipakai,? kata Akhmad.
.
Menurut sopir truk kontainer, Martono, saat itu dirinya sedang mengangkut sekitar 40 ton susu merek SGM. Semula, truk itu melintas saat tidak ada tanda-tanda bakal ada kereta melintas. Saat itu, palang pintu belum ditutup penjaga perlintasan. "Saya masuk aja, karena kendaraan lain juga pada lewat rel," kata Martono.
Tidak lama setelah badan truk kontainer yang panjannya 13 meter itu masuk ke dalam perlintasan, tiba-tiba sinyal yang menandakan akan ada kereta melintas menyalak. Akibat kepadatan kendaraan di sekitar perlintasan, kendaraan yang dikemudikan Martono yang terjebak di dalam perlintasan tidak dapat bergerak maju.
Sebenarnya, saat itu, bagian kepala truk kontainer sudah berhasil keluar dari dalam jalur kereta api. Namun, karena badan truk masih terjebak di ruas rel kereta api "Saya tahu ada kereta mau lewat, saya suruh supir cadangan turun dan menyuruh kendaraan maju," kata dia.
Meski sopir cadangan, Amir, 39 tahun, turun dengan cepat dan meminta kendaraan yang di depan segera bergerak, namun, kereta api lebih cepat datang. Dalam hitungan detik, kata Martono, tabrakan pun tak terelakkan. Lokomotif kereta api menghantam badan truk kontainer. "Saya sadar waktu ada tabrakan, saya putus asa," kata Martono.
Agus Supriyanto/Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|