|
Metro
Seluruh Fraksi DPRD DKI Jakarta Setuju Penggunaan Dana Cadangan Daerah
Jum'at, 03 Desember 2004 | 19:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyetujui usulan Gubernur Sutiyoso untuk menggunakan sebagian Dana Cadangan Daerah (DCD) bagi pelaksanaan kegiatan strategis yang berskala besar. Fraksi-fraksi tersebut adalah fraksi PDIP, fraksi PPP, fraksi Golkar, fraksi Partai demokrat, fraksi PAN, fraksi Kebangkitan Reformasi, dan fraksi PKS.
Sesuai surat gubernur No. 2882/073.521 tanggal 28 Oktober 2004, diusulkan sebagian DCD sebesar Rp. 250 milyar dari DCD sebesar Rp. 873,25 milyar akan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan strategis dan berskala besar yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran (dedicated program) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) 2005 sebagaimana yang tercantum dalam Repetada.
Proyek strategis yang dimaksud adalah pembanguan Banjir Kanal Timur (BKT), transportasi (penanggulangan kemacetan lalu lintas), pembangunan tempat pedagang Kaki Lima (PKL), dan pembangunan gedung-gedung sekolah yang rawan roboh.
Dari seluruh fraksi-fraksi yang ada menyatakan persetujuannya memperhatikan penjelasan pada pasal 3 P
Perda No. 10 tahun 1999, untuk membiayai kegiatan pembangunan yang bersifat strategis, pembanguan berskala besar (mega proyek) yang berdampak positif terhadap kepentingan masyarakat luas dan menyangkut citra Jakarta maka diperkenankan menggunakan DCD.
Semua fraksi menyatakan setuju, namun terdapat beberapa persetujuan yang diajukan. Seperti, fraksi PPP menyatakan setuju terhadap usul tersebut, namun terdapat beberapa persyaratan yang diajukan seperti, adanya alokasi anggaaran pada masing-masing kegiatan pembangunan sesuai dengan proporsi kebutuhannya. “Hal ini sangat penting karena DCD yang digunakan sekitar 250 milyar,sementara total anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan pembanguan yang terkategori strategis lebih dari satu trilyun, “papar Nuraini Syaifullah dari fraksi PPP dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Jum'at (3/12).
Fraksi PAN juga menyampaikan persyaratan dalam persetujuannya, yaitu dalam revisi APBN 2005 hendaknya eksekutif dapat melakukan pembicaraan dan pendekatan yang intensif kepada pemerintah pusat agar transfer dana pertimbangan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) provinsi Jakarta dapat ditingkatkan.
Berbeda dengan Fraksi Partai Golkar, pada awalnya mereka menyatakan tidak setuju dengan pengalokasian DCD tersebut, alasannya masih perlunya mensinergikan aspek tantangan, arah kebijakan dan sasaran pokok di bidang pemerintahan dalam rangka penegakan good governance.
Namun, pada saat rapat, keputusan tersebut langsung berubah. Fraksi dari partai Golkar menyatakan setuju dengan penggunaan DCD tersebut. Anggota fraksi Partai Golkar, Pria Ramadhani yang ditemui di ruang kerjanya menyatakan keputusan itu baru diambil pada rapat koordinasi terakhir yang dilakukan pagi tadi. “Jam 7 tadi pagi kami rapat terakhir, setelah diskusi akhirnya fraksi dan partai dapat menerima usulan eksekutif,“ kata Pria.
Saat ditanya mengenai alasan perubahan keputusan, Pria hanya menyatakan bahwa penggunaan DCD tersebut sudah dapat dipahami oleh fraksinya. Yaitu dinilai transparan dan sudah spesifik. “Penjelasan yang lebih jelas tanya pak Ade saja, “katanya.
Pihaknya juga membantah jika perubahan keputusan itu disebabkan adanya intervensi dari partai. “Nggaklah, nggak ada itu intervensi. Kami memang kepanjangan dari partai, “ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso saat ditanya mengenai sebab berubahnya keputusan fraksi partai Golkar dengan bercanda mengatakan, “Tadi waktu mau maju saya kedipin mata. Jadi langsung setuju,“ kelakarnya. Sutiyoso enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai hal itu. “Tanya langsung saja ke yang bersangkutan, “ujarnya.
Dalam sambutannya, Sutiyoso menyampaikan penghargaannya kepada seluruh fraksi yang telah menyetujui usulan tersebut. "Saya sangat menghargai proses pembahasan yang berlangsung secara marathon sejak 25 November sampai 3 Desember 2004," katanya.
Suryani Ika Sari-Tempo
| |
|
|
|
|
| Megawati Soekarnoputri, Sutiyoso, dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|