Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Polda Metro Jaya Hentikan Penyidikan Pencemaran Kepulauan Seribu
Jum'at, 03 Desember 2004 | 19:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Polisi menghentikan penyidikan dugaan kasus pencemaran lingkungan tahun 2003 di sekitar perairan Pulau Seribu, dengan alasan tidak cukup bukti. Hal ini dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Edmon Ilyas di Jakarta Jumat (3/12) sore.

Menurut Edmon yang didampingi Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tjiptono, saksi ahli dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. "Faksi minyak antara di laut dengan (perusahaan) yang diduga beda," ujar Edmon kepada Tempo di ruang kerjanya. Dengan demikian penyidikan terhadap dugaan pelakunya, yaitu PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) tidak dapat dibuktikan.

Saksi ahli, ujar Edmon, mengatakan finger prints untuk sampel yang diambil dari laut di sekitar kepulauan yang tercemar dengan sampel perusahaan yang dicurigai polisi berbeda. "Kami harus punya bukti kuat untuk mendukung (kecurigaan saat itu)," ujar Edmon. Sementara, bukti yang diajukan fraksinya memang berbeda.

Keterangan saksi ahli merupakan "terjemahan" dari hasil analisis tertulis yang diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Surat Perintah Penghentian Penyidikan atas kasus itu, ujar Edmon, dikeluarkan dua minggu lalu.

Menurut sumber Tempo di kepolisian, walau fraksi yang ada di analisis tersebut berbeda dan tidak bisa dibuktikan, namun, keduanya masih berunsur minyak mentah yang diambil dari sumur pengeboran minyak. Sumber itu juga menyebutkan, kapal tanker yang melalui perairan di kepulauan seribu tidak membawa minyak mentah, hanya minyak setengah jadi.

Sumber tersebut mengatakan, perbedaan unsur fraksi itu bisa disebabkan karena faktor geografis. "Biasanya karena panas, bukan hujan. Minyak biasanya bergumpal karena panas tersebut," ujarnya. Seharusnya, ujar sumber tersebut, sampel diambil setelah diketahui adanya pencemaran. "Satu dua hari lah," ujarnya.

Pengambilan sampel sendiri memang terjadi seminggu setelah diketahui terjadinya pencemaran. Kendala tempat yang belum diketahui secara pasti dan alat transportasi ke daerah tersebut tidak bisa dipecahkan dalam waku cepat. Edmon menyebutkan, untuk sampel yang diambil saat pencemaran bulan Oktober lalu terjadi saja, polisi harus menyewa kapal laut swasta ke lokasi pencemaran.

Awal Oktober lalu, terjadi pencemaran kedua dalam satu tahun yang diketahui masyarakat. Namun sampel baru diambil tanggal 23 Oktober 2004. Saat ini, polisi dari Satuan Sumber Daya Lingkungan Polda Metro Jaya masih harus menunggu hasil penelitian sampel yang diambil bersama Lemigas, BPLHD, dan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Yophiandi-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Purnomo Yusgiantoro: Buyat Tidak Tercemar
Masyarakat Buyat Minta Relokasi
Polisi Perlu Otopsi Jasad Andini
Polis Periksa 10 Saksi Lagi dalam Kasus Munir
"PT Newmont Tak Akan Lari dari Tanggung Jawab"
Komisi Lingkungan Hidup DPR Pertanyakan Kasus Buyat
Newmont Persiapkan Dissenting Opinion
ICEL : Newmont Penjahat Korporasi
Newmont Berharap Keputusan Pemerintah Berbeda dengan Tim Teknis
Assegaf: Nabiel Tidak Permasalahkan Temuan Tim Teknis Buyat
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
PP RI No. 53 Tahun 1999 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data