Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Departemen PU Siapkan Infrastruktur Banjir
Jum'at, 03 Desember 2004 | 18:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pekerjaan Umum menyiapkan infrastruktur banjir untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan tahun 2004-2005 ini.

Menurut Pimpinan Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Wahyu Hartomo dalam konferensi pers di Departemen Pekerjaan Umum, Jumat (3/12), infrastruktur yang telah disiapkan itu berupa peningkatan kapasitas banjir kanal barat dan mempertahankan beberapa kapasitas sungai.

Kapasitas banjir kanal barat, kata Wahyu, telah dinaikkan hingga menjadi 370 - 400 m3 per detik. Sedangkan untuk beberapa sungai seperti Pesangrahan, Krukut, Cideng dan sebagainya meskipun belum bisa dinormalisasi tetapi sudah dipertahankan kapasitasnya. "Sehingga kalau terjadi banjir normal, Insya Allah tidak akan menjadi genangan-genangan besar,"kata Wahyu.

Normalisasi sungai-sungai di Jakarta menurut Wahyu salah satu cara untuk menanggulangi masalah banjir. Normalisasi yang dimaksud adalah mengembalikan fungsi sungai seperti semula, mengembalikan keaslian anatomi sungai seperi meander, dan mengembalikan lebar sungai yang semakin menyempit.

Namun demikian menurut Wahyu hingga saat ini normalisasi masih menghadapi kendala karena menyangkut pembebasan tanah.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi banjir masih sebatas menangani banjir normal mengingat belum selesainya proyek Banjir Kanal Timur dan kendala normalisasi beberapa sungai. "Kalau banjirnya seperti tahun 2002, kami masih belum bisa mengatasi,"kata Wahyu.

Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan pompa-pompa yang siap dioperasikan bila terjadi banjir.

Pemda DKI Jakarta saja telah menyiapkan sekitar 15 pompa selain pompa-pompa di 22 waduk yang ada di Jakarta. "Pompa mobile kami juga dalam kondisi bagus dan siap dioperasikan kalau ada permintaan masyarakat," tambah Wahyu.

Namun, yang terpenting menurut Wahyu adalah bagaimana memberikan informasi secara dini kepada masyarakat bila banjir melanda. Untuk itu, kata Wahyu, telah ada jaringan telemetri, sebuah sistim komputerisasi yang dapat memprediksi banjir. Cara kerja jaringan tersebut misalnya di Depok telah didirikan pos pengamat otomatis yang bisa memberikan informasi seketika kondisi pos tersebut. "Apabila pos Depok mengatakan tinggi air telah 2 meter, maka kiami akan memberikan peringatan akan ada banjir di Ciliwung," ujar Wahyu.

Jika sudah begitu, lanjutnya, masyarakat di sekitar sungai di Kalibata hingga Manggarai harus siaga bahwa banjir akan datang 6 jam kemudian.

Untuk proyek pengendalian banjir tahun 2004-2005 ini, pemerintah telah menghabiskan dana sebesar Rp 19 Miliar. Sedangkan untuk Banjir Kanal Timur yang rencananya akan selesai tahun 2008 dibutuhkan dana sekitar Rp 70 Miliar.

Selain proyek banjir kanal timur, saat ini pemerintah juga tengah membangun Bendungan Ciawi dengan kapasitas 36 juta m3. Bendungan ini dimaksudkan untuk menampung dan menahan air dari hulu pada musim hujan.

Air dari bendungan ini akan dialirkan sedikit demi sedikit apabila kapasitas sungai Ciliwung dapat menampungnya. Proyek ini kemungkinan baru akan selesai dalam waktu 3 tahun. Pada tahun 2006 kontruksi bangunan diharapkan telah selesai. Dana yang dianggarkan untuk bendungan menurut kata Wahyu sebesar Rp 800 miliar. khairunnisa


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Baru 12 Persen Tanah Dibebaskan untuk BKT
Proyek Banjir Kanal Timur Terhambat Pembebasan Tanah
Ketinggian Air di Jakarta Utara Turun
Butuh Rp 10 Miliar Perbaiki Pintu Bendung Kali Bekasi
Enam Kecamatan di Tangerang Siaga Banjir
Pemerintah Targetkan Jalan Tol Jawa-Bali Selesai Tiga Tahun
Tangerang Siaga Banjir
Antisipasi Banjir, Disiapkan 186 Pompa Sedot
Walau Hujan Terus, Tinggi Air Masih Aman
Jakarta Barat Siap Hadapi Banjir
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur

Website

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
PT Jasa Marga
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data