|
Jakarta Utara
Ahli Waris Tolak Rencana JICT Gusur Makam Keramat
Jum'at, 03 Desember 2004 | 16:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Habib Ali Al-Idrus, Ahli Waris Makam Habib Hasan Bin Muhammad Al-Haddad, menyatakan akan tetap bertahan walau JICT (Jakarta International Container Terminal) akan membangun di areal tersebut. Hal itu diutarakannya di Kediamannya pada Jumat (3/12).
Menurut Ali, makam keramat ini telah dijadikan ribuan orang sebagai sarana ibadah. "Orang mau ibadah tidak boleh dilarang," ujarnya.
Ali sendiri mengaku, belum mengetahui apa rencana pihak JITC terhadap lahan seluas 5 hektar tersebut. Menurutnya, pihak ahli waris belum pernah memberitahukan atau berkoordinasi mengenai rencana JITC. "JITC mau merampas lahan ini," katanya.
Di dalam areal seluas 5 hektar tersebut, terdapat dua bangunan. Satu bangunan berukuran 10 kali 8 meter digunakan Ali sebagai tempat tinggalnya bersama keluarga dan sekitar 20 orang santrinya. Sementara satu bangunan lagi, berukuran 8 kali 6 adalah tempat makam Habib Hasan Bin Muhammad Al-Haddad.
Sementara pada bagian lain, terdapat sebuah tenda berukuran 4 kali 6 meter yang berisi puluhan satpam dan polisi. Selain itu, dua buah mesin berat juga tengah melakukan penimbunan disekitar pintu masuk menuju makam. Menurut Hasan Basri, Senior Manajer Sekuriti JITC, penimbunan tersebut adalah bagian dari proyek perluasan lahan terminal kontainer.
Menurutnya, manajemen JITC juga sudah pernah memberitahukan mengenai rencana pembangunan tersebut. "Bohong kalau dia tidak tahu," tegasnya.
Makam Habib Hasan Bin Muhammad Al-Haddad yang dipercaya sebagai makam keramat terletak didalam areal terminal peti kemas. Untuk masuk ke makam ini, harus melewati gerbang terminal peti kemas. Pagar masuk sendiri berjarak sekitar 1 kilometer dari gerbang tersebut. Pagar berwarna hijau itu sudah digembok dan dilas pihak keamanan JITC pada Kamis (2/12).
TNR yang berusaha menemui ahli waris dan melihat makam harus meloncati pagar setinggi 2 meter tersebut. Selain itu, jalan masuk menuju makam juga dihalangi oleh timbunan tanah. Jalurnya pun terpotong oleh parit selebar 2 meter. Menurut Ali, timbunan dan parit itu baru ada sejak Rabu (1/12).
(tito sianipar)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|