|
Nasional
Muktamar NU Gagal Selesaikan Masalah Pokok Organisasi
Kamis, 02 Desember 2004 | 17:46 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Muktamar NU ke-31 yang baru saja usai dinilai oleh para kader muda yang mempelopori Nahdliyin Crisis Center (NCC) gagal total. Menurut mereka, muktamar gagal menyelesaikan persoalan- fundamental organisasi keagamaan dan juga perkara elites yang sarat dengan permainan politik.
"Muktamar itu hanya sebatas pencarian legitimasi dari pengurusnya saja dan tidak mampu melakukan perombakan organisasi menjadi organisasi yang partisipatif dan akomodatif atas keragaman aspirasi serta kepentingan warga NU," ujar Koordinator Koordinator NCC Jazuli A Kasmani, Kamis (2/12).
Menantu KH Muslim Rifai' Imampura, kiai nyentrik dari Klaten, ini mengungkapkan muktamar ke-31 yang akhirnya tidak mampu menyapih NU dari kepentingan politik.
Kontrak sosial Ketua Tanfidziyah KH Hasyim Muzadi dihadapan Rais Aam untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis diragukan efektifitasnya karena tidak memiliki landasan konstitusional.
Kesempatan pengurus NU di berbagai tingkatan memasuki politik praktis sangat terbuka karena memang dalam AD/ART sama sekali tidak memberikan ketegasan soal sanksi organisasi. Kalaupun kontrak sosial Rois Aam dengan Ketua Tanfidziah itu dipahami sebagai upaya melengkapi AD/ART, dasarnya hanya sekedar komitmen personal," kata Jazuli beberapa saat setelah penutupan muktamar, Kamis (2/11).
Hasil dari evaluasi yang dilakukan NCC menyatakan, pelaksanaan muktamar sangat elitis dan terkesan hanya melayani pengurus. Lokasi muktamar yang berada di luar pesantren juga dinilai telah meninggalkan tradisi NU yang berpotensi mempertebal potensi keterbelahan solidaritas NU dan warganya.
Imron Rosyid-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|