Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Tanah Retak, 46 Rumah Warga Terancam Ambruk
Kamis, 02 Desember 2004 | 17:03 WIB

TEMPO Interaktif, BANYUMAS:Sebanyak 46 rumah warga Dusun Karangbawang, Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, retak dan terancam rubuh karena pergerakan tanah selama musim hujan ini. Retakan tanah mencapai 10 centimeter dan mengamcam keselamatan 190 jiwa penduduk yang bermukim di wilayah itu, karena sewaktu-waktu rumah mereka rubuh. Jika hujan lebat turun, hampir seluruh warga mengungsi ke rumah tetangga yang luput dari rekahan tanah.

Selain ancaman pergerakan tanah itu, bencana tanah longsor juga mengancam kehidupan
warga yang tinggal di kaki gunung Slamet itu. Setidaknya telah terjadi tiga kali longsor yang mengakibatkan 18 hektar areal sawah milik 42 orang petani rusah parah. Dan saat ini setidaknya ada tujuh titik lokasi yang setiap setiap saat bisa longsor.

Adiono -- Kepala Dusun Karangbawang, Desa Glempang -- menyatakan, sedikitnya 6 rumah milik warga dinyatakan dalam kondisi darurat dan tidak bisa ditempati.”Kalau hujan lebat turun, kami harus mengungsi ke tetangga yang jauh dari longsor. Jaraknya sekitar 400 meter,” jelas Carwin yang rumahnya masuk dalam wilayah darurat.

Suyatno --Ketua Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (PBP) Kabupaten Banyumas -- menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari camat setempat mengenai ancaman longsor ini.”Laporan yang masuk menyebut, 40 rumah terancam ambruk karena retakan tanah bergerak,"katanya. Namun hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Banyumas belum menentukan langkah yang akan diambil untuk menghindari jatuhnya korban. Warga Pekuncen sendiri, katanya, tidak mau di relokasi.

Ari Aji HS --Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketinggian Air di Jakarta Utara Turun
Sungai Citarum Rusak Berat, 8 Titik Rawan Jebol
Butuh Rp 10 Miliar Perbaiki Pintu Bendung Kali Bekasi
Enam Kecamatan di Tangerang Siaga Banjir
Abrasi Pantai Di Pandeglang Makin Parah
Semarang Waspada Luapan Sungai
Tangerang Siaga Banjir
Walau Hujan Terus, Tinggi Air Masih Aman
Batu Siaga I Banjir dan Tanah Longsor
11 Lokasi di Kota Malang Rawan Banjir
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data