|
Metro
Ketinggian Air di Jakarta Utara Turun
Kamis, 02 Desember 2004 | 16:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Berdasarkan pantauan Tempo di posko penanggulangan banjir Kotamadya Jakarta Utara, ketinggian air pada beberapa pintu air menurun. Menurut Sulaeman, Kepala Suku Dinas PU Tata Air Kodya Jakut, hal ini disebabkan intensitas hujan yang berkurang dalam beberapa hari terakhir ini.
Pintu air Sunter Hulu misalnya, pada Kamis (2/12) pukul 14.00 WIB ketinggian air tercatat pada angka 92 centimeter di atas permukaan laut. Sementara sehari sebelumnya, Rabu (1/12) pada jam yang sama, ketinggian air tercatat 105 centimeter. Ketinggian tersebut masih berada pada titik siaga IV, yaitu ketinggian 0 sampai 140. Sementara ketinggian 140 hingga 200 memasuki kondisi siaga III.
Pintu air Pulo Gadung juga mengalami hal yang sama. Ketinggian air pada pukul 14.00 WIB tercatat pada angka 410. Sementara pada sehari sebelumnya dan pada waktu yang sama, ketinggian air tercatat pada angka 430. Ketinggian 0 sampai 550 pada pintu air ini masih dalam kondisi siaga IV. Ketinggian 550 hingga 700 memasuki kondisi siaga III.
Walau ketinggian air menurun, aparat terkait tetap tidak mengendurkan pengawasannya. Terutama pada titik-titik rawan banjir. Tonni Budiono, Kepala Suku Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat, mengatakan bahwa pihaknya menyiagakan dua regu anggotanya bertugas selama 24 jam masing-masing dengan kekuatan 15 personil. "Mereka bertugas memantau 23 titik banjir yang ada," kata Tonni.
Berdasarkan data yang diperoleh TNR, pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir Propinsi (Satlak PBP) Kodya Jakarta Utara juga telah menyiagakan beberapa perlengkapan dalam rangka mengantisipasi bencana banjir. Beberapa diantaranya; 34 buah perahu karet, 51 buah perahu fiber glass, 79 unit pompa air, 118 buah jaket pelampung, 100 dayung, 29 set tenda, 83 truk, 37 unit ambulan, 79 tempat tidur UGD, 5 peralatan selam, 13 generator set, 13 pelampung bulat, 38 set dapur lapangan, 2 lampu sorot, 88 ban dalam, 10 petromax, 11 rol tambang, 25 unit motor tempel, dan lainnya.
Selain itu, pihak Suku Dinas Bina Mental dan Kesejahteraan Sosial Kodya Jakarta Utara juga telah menyediakan beberapa jenis logistik yang akan disebarkan dalam rangka mengantisipasi bencana banjir itu. Beberapa diantaranya; beras 5800 kilogram, 94 dus mie instan, 132 liter minyak goreng, 23 dus bubur bayi, 144 karton susu bubuk. Beberapa sarana pendukung lain yang juga disiapkan, antara lain; tikar 197 lembar, 150 lembar, kain selimut 280 lembar, dan 500 pasang seragam sekolah.
Tito Sianipar-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|