Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Demo SMP 56 Melawai Kembali Digelar
Kamis, 02 Desember 2004 | 14:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Aksi keprihatinan atas pengosongan SMP 56 Melawai kembali digelar di depan gedung Departemen Pendidikan Nasional. Sekitar 30-an pendemo ikut serta dalam aksi ini. Mereka yang berkumpul sejak pukul 10.00 WIB ini kemudian pada pukul 13.30 WIB melanjutkan berjalan kaki menuju Istora Senayan untuk menggelar aksi.

"Momennya adalah hari aksara, mungkin pejabat-pejabat mendengar aksi ini," ujar Joni Elian, salah satu orang tua murid SMP 56 yang ikut dalam rombongan demonstran.

Tujuan utama bergerak ke Istora Senayan, kata Joni, untuk bertemu dengan presiden Yudhoyono yang siang ini akan meresmikan puncak peringatan hari guru naisonal dan hari aksara internasional 2004. "Kami berharap Presiden meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan orang tua. Supaya Presiden juga mendengar pihak sekolah, bukan hanya Pemda ataupun dari media," tuturnya.

Kalau tidak bisa bertemu Presiden, kata Joni, berarti negara tidak memperhatikan pendidikan dan malah menelantarkan anak.

Joni menjelaskan pendemo yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti: LSM, pendidikan, gema perempuan, dan mahasiswa ini bertujuan menuntut pihak pemerintah menghormati hukum. "Kasus ini (SMP 56) kan masih dalam tahap kasasi, tapi sudah adatindakan pembongkaran secara paksa. Kalaupun ada juru sita, mestinya itu dari pengadilan, bukan dari pemerintah daerah," tegasnya.

Jusuf Kalla yang setuju dengan penggusuran SMP 56 Melawai dinilai Joni sudah diprediksi sebelumnya. Karena Jusuf Kalla sejatinya, manurut Joni adalah pengusaha. "Bisnis pasti dinomorsatukan. Kalau bicara hati nurani, lihat proses hukumnya. Bukan hukum, tapi kekuasaan yang bicara," paparnya.

Enam tuntutan yang diajukan para pendemo hari ini adalah: menolak tukar guling SMP 56 dan meminta pemerintah untuk menangkap koruptor, mengembalikan status SMP 56 sebagai sekolah resmi, mewujudkan pendidikan murah dan berkualitas bagi rakyat, memperhatikan jasa dan kesejahteraan guru, dan menghentikan intimidasi terhadap guru, siswa dan orang tua siswa SMP 56.

Rr. Ariyani-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data