|
Metro
Setelah Ambruk, SD Negeri Jatimakmur Baru Dibangun
Kamis, 02 Desember 2004 | 14:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Murid dan guru SD Negeri 06 Jati Mekar, Pondok Gede boleh tersenyum. Keinginan memiliki gedung sekolah yang bisa menampung seluruh murid bakal menjadi kenyataan. Setelah atap gedung rubuh beberapa waktu lalu, pemerintah kota (Pemkot) Bekasi akan membangun gedung secara keseluruhan.
Pembangunan gedung sekolah yang sudah reot sejak beberapa tahun terakhir, itu sudah disetujui oleh DPRD Kota Bekasi. Pertimbangannya, kondisi belajar mengajar di sekolah negeri itu teramat memprihatinkan. Dana pembangunannya dianggarkan sekitar Rp 900 miliar. Anggaran diambil dari dana crash program.
Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Kota, Muhamad Hasim Affandi, Kamis (2/12), tuntutan murid dan guru di sekolah dasar itu untuk memiliki gedung sekolah dengan suasana lega ditanggapi baik. "Setelah kami tinjau lokasi, sekolah itu harus segera diperbaiki, saya tidak tahu kok tidak diprioritakan untuk direhab pemkot," kata dia.
Gedung itu rencananya akan dibangun secara bertingkat dengan jumlah lokal ada enam buah (tiga lokal di bawah dan tiga lokal di atas). Dewan juga mengusulkan kerangka gedung sekolah yang dibangun pada 1980 dan baru diperbaiki pengelola sekolah sendiri pada 2001 itu, terbuat dari besi baja sehingga bertahan lama.
Awal 2005 gedung itu sudah mulai dilakukan penurapan sehingga dalam waktu sekitar empat bulan, kondisnya sudah layak pakai.
Affandy juga mengaku heran, dewan yang baru menjabat beberapa bulan setelah melakukan peninjauan sudah menemukan gedung-gedung sekolah yang tidak masuk dalam rehab, padahal sudah seharusnya masuk. Dewan tidak menyanggah bahwa di Kota Bekasi memiliki banyak gedung sekolah yang kondisiya terpaksa digunakan untuk belajar murid. Namun, pemerintah tidak membuat prioritas untuk perbaikan sekolah-sekolah itu. Sayangnya, data mengenai gedung sekolah itu belum terkumpul seluruhnya sehingga belum dapat dijelaskan.
Dewan juga meminta masyarakat ikut mengawasi dan memantau pembangunan itu. Seperti diberitakan, ruang kelas kelas V ambruk pada Kamis (25/11). Gedung lama mengalami kerusakan. Meski tiap tahun diusulkan dibangun, namun pemerintah setempat belum merealisasikannya.
Selama pembangunan sekolah itu, Kepala Sekolah SD Negeri 6, Suratmi mengusulkan sebanyak 324 orang untuk sementara dipindahkan ke salah satu rumah toko. Namun, dewan belum menyetujui alternatif pemindahan ke ruko. "Kami akan panggl dinas dulu, apa layak dipindah ke ruko," kata Affandy.
Dari catatan Tempo, saat ini, di Kota Bekasi tidak kurang sekitar 200 unit SD Negeri yang perlu mendapat rehabilitasi. Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan Kota Bekasi Didi Sudikar pernah menyebutkan, dari jumlah itu, pemerintah hanya menganggarkan rehabilitasi untuk 67 unit SDN saja.
Sedangkan kondisi gedung sekolah di Kabupaten Bekasi, dari Dinas Pendidikannya, tercatat 357 unit dari 700 gedung SDN yang ada kondisinya memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki kemampuan memperbaiki gedung sekolah hanya untuk 87 gedung SDN per tahun.
Siswanto-
INDEKS BERITA LAINNYA :
|