Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Enam Kecamatan di Tangerang Siaga Banjir
Rabu, 01 Desember 2004 | 02:47 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Bupati Tangerang Ismet Iskandar memerintahkan sejumlah dinas terkait untuk siaga dan waspada dalam menghadapi kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan yang saat ini sudah mulai terasa. Menurut Ismet, ada enam kecamatan di wilayah pantai utara Tangerang yang dikhawatirkan rawan banjir karena selama ini memang berlangganan banjir. Dia menyebutkan enam kecamatan itu meliputi, Pakuhaji, Mauk, Kresek, Kemiri, Sepatan dan Kosambi.

?Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan siaga satu dalam menghadapi datangnya bencana alam banjir yang sering melanda wilayah itu, terutama beberapa kecamatan di pantai uatara (pantura),? ujar Ismet, Selasa (30/11). Dia mengingatkan bencana banjir biasanya muncul ketika air Kali Cisadane dan beberapa anak sungainya meluap. Air bah bukan saja menggenangi permukiman, tetapi juga merendam persawahan, seperti yang sering terjadi di Kecamatan Pakuhaji. Pada saat musim penghujan biasa areal pesawahan
di beberapa kecamatan tersebut sudah ditanami dengan ketinggaian batang padi lebih dari 50 cm.

Menurut Ismet, ketika musim hujan akhir tahun 2003, sawah penduduk di Kecamatan Pakuhaji yang siap panen tidak dapat dinikmati para petani karena dihantam air bah yang meluap dari Cisadane meluap. Guna mengantispasi masalah itu, lanjut dia, pihak Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana dan Penggunsian (PBP) Kabupaten Tangerang jangan berpangku tangan. Dalam kondisi cuaca buruk disertai hujan deras secepatnya dilakukan upaya pemantauan lebih intensif ke saerah-daerah rawan bencana. ?Puluhan perahu karet sudah disiapkan untuk menghadapi banjir tahun ini,? lanjutnya.

Bupati menegaskan, Dinas Sosial dan Dinas Ketertiban dan Ketentraman (Trantib) selama I merupakan sektor yang terkait dalam penanganan benacana alam. Ismet juga mengintruksikan agar para camat semestinya mengambil langkah cepat setiap saat datang banjir di wilayahnya dengan menyiapkan kebutuhan, termasuk makanan siap saji dan tenda darurat, yang diperlukan warga. ?Bila perlu, Dinas Sosial bekerjasama kantor kecamatan mendirikan dapur umum berikut kebutuhan yang diperlukan masyarakat,? tambahnya.


Joniansyah?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Abrasi Pantai Di Pandeglang Makin Parah
Semarang Waspada Luapan Sungai
Tangerang Siaga Banjir
Antisipasi Banjir, Disiapkan 186 Pompa Sedot
Walau Hujan Terus, Tinggi Air Masih Aman
Batu Siaga I Banjir dan Tanah Longsor
11 Lokasi di Kota Malang Rawan Banjir
Tiga Rumah Hancur Tertimpa Longsoran Plengsengan
Jakarta Barat Siap Hadapi Banjir
Pemprov Akan Ambil Alih Proyek BKT
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur

Website

Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data