|
Metro
Polisi Gulung Kawanan Pencuri CPU
Selasa, 30 November 2004 | 18:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepolisian Resort Kabupaten Tangerang kemarin (Selasa 30/11) mengungkap telah menggulung kawanan pencuri spesialis Central Proseccor Unit (CPU) yang kerap beroperasi di sekolah dan perkantoran. "Kami menangkap para pelaku dirumahnya masing-masing pada Senin 29/11," kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, Ajun Komisaris Polisi, Kustanto.
Dari lima tersangka yang berhasil dibekuk petugas
tersebut, salah satu diantaranya adalah seorang sopir
taksi "PS" yang taksinya kerap digunakan para kawanan ini beraksi. Kelima orang tersangka tersebut masing-masing, Iwansyah (30), Sukardi (45), Nofiardi (37),
seorang sopir taksi, Rahmat (22) dan seorang penadah yang tinggal di daerah Jakarta, Maman Suparman (42).
Dalam pemeriksaan, para tersangka ini mengaku telah
melakukan sebelas kali aksi pencurian CPU. Kawanan ini
selalu menjadikan sekolahan dan perkantoran menjadi sasaran kejahatan. Dari sebelas kali aksinya itu, kawanan ini mengaku telah menggondol 49 unit CPU.
Dari sebelas tempat yang pernah di satroni maling
spesialis CPU ini, diantaranya adalah Teluk Naga,
Pakuhaji, Sepatan, Mauk, Sewan dan Tanah Tinggi.
Terakhir kali, para kawanan pencuri spesialis CPU ini
beraksi di SLTP Negeri I Kosambi yang beralamat di Jalan
Raya Prancis, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (25/11) lalu.
Aksi para pencuri ini sempat dipergoki oleh penjaga
sekolah, Rahmat (44). Namun, saat Rahmat melihat para
pencuri yang sedang mengangkat barang hasil curiannya
dilengkapi dengan senjata tajam, Rahmat tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengintip dari celah-celah jendela kaca.
Dari SLTP ini, para pencuri ini berhasil menggasak 12 unit CPU yang berada di ruangan Tata Usaha (TU) SLTP Negeri I Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Dengan leluasa, kawanan penjahat itu memasukkan beberapa
CPU yang berisi data siswa-siswi sekolah serta gaji guru
tersebut ke dalam taksi "PS" yang sudah menunggu dari tadi di depan sekolah.
Setelah berhasil melakukan aksinya, para pencuri ini kabur menuju arah Pantai Dadap. Dari informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) ini, kemudian petugas mengetahui identitas dari para pelaku yang salah satu diantaranya adalah sopir taksi yang kerap menggunakan taksi bernopol B 2774 MX dalam setiap aksinya. "Hasil pemeriksaan, mereka mengaku sejak beroperasi di Tahun 2004, mereka telah berhasil menggasak 49 unit CPU," ujar Kustanto.
Ditambahkan Kustanto, para kawanan ini memang telah
menjadi target operasi dari jajarannya. "Mereka sudah
menjadi target operasi dari jajaran kami. Para pencuri
spesialis CPU ini, selalu menjadikan sekolahan dan
perkantoran sebagai sasaran kejahatannya," tambahnya.
Joniansyah-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|