Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Timur

Waspada Demam Berdarah, Warga Jaktim Pelihara Ikan Cupang
Selasa, 30 November 2004 | 16:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menghadapi bahaya wabah demam berdarah di musim hujan, warga Jakarta Timur diminta memelihara ikan Cupang, sebagai salah satu alat pencegahan dini. Pada musim hujan tahun ini kekhawatiran akan wabah masih membekas di kalangan warga, apalagi tahun lalu serangan itu masuk kategori kejadian luar biasa.

"DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan, kalau lingkungannya tidak memungkinkan nyamuk berkembang biak wabah pun bisa dihindari," ujar Herwansyah Staf Seksi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Sudin Kesehatan Jaktim di ruang kerjanya, Selasa (30/11).

Salah satu program yang sedang dikampanyekan oleh Suku Dinas Kesehatan Kodya Jatim adalah memelihara ikan Cupang. Ikan yang biasa dipelihara anak-anak untuk diadu dan dikagumi keindahnnya ini ternyata cukup efektif juga untuk memberantas nyamuk. "Kelebihan ikan ini rakus makan jentik atu uget-uget nyamuk, mudah didapat dan murah harganya," ujar Iwan.

"Masyarakat biasa memanfaatkan untuk ikan hias, tapi jarang yang tahu fungsinya secara biologis sebagai predator utama jentik nyamuk," ungkap Iwan. Menurut Iwan kelebihan lain, Ikan Cupang memiliki daya tahan hidup yang tinggi. Satu bak air cukup diisi satu ekor ikan cupang. "Cukup efektif dan tidak menyebabkan air berbau amis. Asal tidak terlalu banyak tentunya," ujar Iwan yang juga memelihara beberapa ekor cupang di kantornya.

"Masyarakat banyak yang malas membersihkan bak mandi seminggu sekali," kata Iwan. Dengan demikian tugas itu bisa diambil alih oleh ikan Cupang.

Program ini dikembangkan di Jakarta setelah sukses diterapkan di Sumatera Selatan. Sumsel merupakan Daerah yang sulit air sehingga masyarakat memiliki kebiasaan menampung air yang potensial dipakai nyamuk berbiak, karenanya diberi ikan pada penampungan tersebut. "Sumatera Selatan berhasil menurunkan DBD setelah program 'Iwa Tampalo' atau kita kenal ikan Cupang ini," kata Iwan.

Agus Supriyanto--Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR RI Setuju Uji Coba TPST Bojong Diteruskan
Komisi II DPR Bahas TPST Bojong
DPR Minta Penjelasan Soal TPST Bojong ke Sutiyoso
Pedagang Tanah Abang Datangi DPRD DKI Jakarta
Organda dan Kopersi Bajaj Tetap Menolak Kancil
Pemkot Jakarta Pusat Akan Libatkan Kampus Tertibkan PKL
PKL Tanah Abang Belum Tentukan Sikap
Gubuk-Gubuk Liar di Jembatan Besi Dibongkar
Hari Ini Pansus DPRD DKI ke Pasar Tanah Abang
Kapolri : Berkaitan Pelanggaran HAM di Bojong Kapolwil Bogor Akan Ditindak
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
Status Propinsi Terhadap KLB DBD (sampai dengan 17 Maret 2004)
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
> selengkapnya...

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Info Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data