|
Bungkusan di Depan Rumah Wapres Bukan Bom
Jum'at, 26 November 2004 | 23:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah bungkusan kardus yang semula diduga berisi bom di depan rumah dinas Wakil Presiden M. Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, ternyata berisi sampah.. "Tak ada bom, tapi bungkusan sampah," kata Kepala Kepolisian Sektor Menteng, Komisaris Polisi Dahana kepada Tempo di lokasi, Jumat (26/11) pukul 22.00.
Sampah yang dibungkus kardus mi instan tersebut, Dahana memerinci, terdiri dari kertas, sampah rumah tangga, kawat, dan pentil. "Aman, bisa juga itu perbuatan orang iseng," ujarnya. Peristiwa bermula dari laporan seorang satuan pengamanan rumah staf kedutaan besar Amerika Serikat, yang mengabarkan ada bungksuan yang mencurigakan di bawah lampu penerang jalan pada median jalur hijau Jal;an Diponegoro, persis di depan rumah dinas Wakil Presiden M. Jusuf Kalla.
Bungkusan tersebut diletakkan oleh seorang lelaki yang melintas di trotoar Jalan Diponegoro, pada pukul 20.00. Sampai saat ini keberadaan lelaki itu belum diketahui identitasnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mengontak tim gegana Polda Metro Jaya. Sekitar pukul 20.30, tim gegana tiba di lokasi.
Ketika dideteksi menggunaan detektor, terdengar bunyi yang menunjukkan mengandung benda logam, sehingga diduga berisi bom. Tiga orang dari tim gegana tidak meledakkan, melainkan membongkar secara manual. Setelah dibuka, bungkusan tersebut bukan berisi bom, melainkan sampah.
Tidak banyak warga yang berkerumun menyaksikan peristiwa tersebut, karena selain sedang turun hujan, juga kendaraan yang melintasi Jalan Diponegoro dialihkan ke Jalan Dr. Latuharhari. "Yang lama proses mengalihkan arus lalu lintas yang dari Menteng dan Jalan Sudirman," kata Dahana.
Setelah kondisi aman, Dahana mengumpulkan sejumlah Satpam sekitar lokasi. Dia memuji sikap satpam yang langsung menghubungi polisi begitu ada benda mencurigakan. Dahana juga meminta kepada satpam dan warga agar meningkatkan keamanan.
Ketika ditanya apakah penempatan bungkusan itu sebagai teror, Dahana menilai tidak sampai sejauh itu. "Bisa juga cuma iseng." Seorang angota intelijen Polda Metro Jaya mengatakan sulit untuk menilai kasus itu tidak ada unsur kesengajaan. Alasannya, itu bukan tempat membuang sampah. "Dan itu ring satu, depan rumah Wapres," ujarnya.
Amal Ihasan--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|