Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bupati Tangerang Kecewa Terhadap Tuntutan Pemisahan Wilayah
Jum'at, 26 November 2004 | 19:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bupati Tangerang, Ismet Iskandar, mengaku kecewa dengan gerakan-gerakan masyarakat Kabupatan Tangerang saat ini yang menuntut memisahkan diri dan membentuk pemerintahan kota dan kabupaten sendiri. Hal ini disampaikan Ismet Iskandar menyikapi rencana sejumlah tokoh masyarakat yang menghendaki pembentukan Kabupaten Pantura dan Kota Cipasera yang semakin "mengaum".

Dua agenda wacana pemisahan diri itu adalah tindak lanjut dari pemekaran wilayah antara wilayah Selatan dan Utara yang digerakan oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat. Ismet menilai wacana pemisahan diri dari pemerintahah Kabupaten Tangerang untuk saat ini masih terlalu dini, karena Kabupaten Tangerang sendiri masih dalam proses berkembang dan baru mulai menggalakkan pembangunan yang baik dan berkualitas.

"Saat ini bukan pemisahan untuk membangun daerah, tapi yang kita harapkan bagaimana upaya untuk meningkatkan
kualitas pembangunan di Kabupaten Tangerang," kata Ismet, Jum\at 26/11. Menurut dia, untuk menjadi kota -kabupaten
yang memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang masih terlalu jauh. " Saat ini, sarana dan prasarana dasar kita saja masih klurang, sekarang bernafsu pengen buat kota sendiri," ujarnya.

Menurut Ismet, mengurus, membangun rumah tangga daerah tidaklah gampang seperti memindahkan telapak tangan. "Provinsi Banten yang sudah berusia empat tahun dengan PAD Rp. 1 trilyun setiap tahunnya saja belum menunjukan perkembangan yang singnifikan dalam pembangunan dan sisi-sisi lainnya," Ismet menambahkan.

Secara terpisah, Al Mansur, anggota DPRD Kabupaten Tangerang menilai, wacana pemisahan diri dengan alasan
pemekaran wilayah harus benar-benar melalaui kajian yang mendalam dari semua aspek. "Semua harus dikaji, baik dari
perkembangan daerah yang akan memisahkan diri maupun yang akan ditinggalakan, jangan sampai terjadi
ketimpangan," kata Al Mansur.

Joniansyah--Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data