|
Metro
Dua Warga Tewas Usai Pesta Ginseng Oplosan
Jum'at, 26 November 2004 | 16:56 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Dua warga sekampung tewas dan dua lainnya masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi (RSUD) setelah melakukan pesta minum-minuman ginseng yang dioplos dengan minuman berenergi. Musibah tragis itu terjadi di Kelurahan Duren Jaya Rt 2/2 Bekasi Timur.
Kedua korban tewas adalah Ahmad Mahfud alias Togar, 30 tahun, Ahmad Sidiq, 23 tahun. Sedangkan korban sekarat yang sampai saat ini masih mendapat perawatan di rumah sakit adalah Rahmat, 26 tahun dan Ihsach, 20 tahun. Para korban tinggal sekampung di Kelurahan Duren Jaya.
Menurut Rahmat saat ditemui wartawan di ruang Teratai RSUD Kota Bekasi, Jum'at (26/11), musibah itu bermula pada Selasa (22/11) sekitar pukul 21.00 WIB. Kala itu Sidiq baru mendapat bonus gaji dari pekerjaanya sebagai kuli bangunan. Kegembiraan itu diluapkan dengan mengajak ketiga temannya untuk pesta minum ginseng.
Mereka kemudian nongkrong di Gang Delima dekat rumah mereka. Keempat orang itu membeli minuman ginsang oplosan yang dijual di pinggir jalan di Jalan Muhamad Yamin. "Awalnya waktu itu beli minumannya tiga liter ginseng, lalu dibawa ke tempat duduk-duduk itu," kata Rahmat yang masih lemas di ruang rawat inap.
Pada awalnya, mereka minum seperti biasa. Bergantian dan tidak ada persoalan dengan diri masing-masing. Pesta minum perayaan dapat bonus kerja itu, lanjut Rahmat, berlangsung beberapa jam lamanya. Minuman itu dioplos terus dengan minuman berenergi agar lebih enak di mulut.
Pesta minum ginseng yang dioplos dengan minuman bir pun usai sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Rahmat dan Ihsach langsung pulang ke rumah masing-masing. Namun, Sidig dan Togar rupanya tetap melanjutkan acara minum-minum ginseng. "Mereka katanya beli untuk nambah," katanya.
Saat itu tidak ada kabar tentang kelainan pada masing-masing korban. Baru Rabu pagi, kata Rahmat, dirinya mendengar Togar meninggal dunia sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu keluarga tidak mengetahui penyebab kematian itu. Sebab, tidak ada keluhan dari Togar kepada keluarganya.
Tak setelah pemakaman Togar, giliran Sidiq yang mengalami muntah dan mual bahkan sempat pingsan di rumahnya. "Sidiq juga sempat ngeliat penguburan," kata Rahmat. Lantaran muntah terus, keluarga dan tetangga langsung membawa Sidiq ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa Sidiq tidak tertolong lagi. Rahmat sendiri baru dibawa ke RSUD pada Rabu sore. "Saya, enggak nyangka jadi korban begini, padahal biasanya engga keracunan," kata Rahmat.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bekasi, Komisaris Polisi Yudi AB Sinlaeloe membenarkan peristiwa keracunan itu. "Kami sudah menyita bekas minuman dan jamu ginseng untuk penyelidikan," katanya.
Kepolisian mengakui terlambat mengetahui kasus ini sebab, pihak keluarga korban tidak melakukan pelaporan kasus keracunan itu. Baru pada Kamis (25/11) malam, petugas mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan data. "Keluarga korban sudah kami periksa," kata Yudi.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|