|
Metro
Puluhan TKW di Bekasi Keracunan Mie Goreng
Jum'at, 26 November 2004 | 16:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sebanyak 61 orang calon tenaga kerja wanita (TKW) yang ditampung di perusahaan jasa pengerah tenaga kerja PT Sentosa Karya Adhitama di Jalan Bima Buana Harapan Rt 3/9 nomor 55-58, Lambangsari, Tambun dilarikan ke rumah sakit. Mereka keracunan makanan yang diduga berasal dari makanan mie yang disediakan perusahaan.
Peristiwa keracunan makanan ini terjadi setelah para TKW menyantap makanan sarapan pada Jum'at (26/11) sekitar pukul 07.00 WIB. Dugaan keracunan makanan itu dikuatkan dengan pengakuan para korban yang mengatakan, merasa pusing, mual, tenggorokan sakit dan mual setelah menyantap makanan tersebut.
Saat ini Kepolisian Resort Bekasi tengah memeriksa pemilik perusahaan pengerah tenaga kerja, Jon Sirait dan salah satu pegawai perusahaan yang bertugas memasak makanan, Kasinem, 33 tahun. Selain itu barang bukti berupa muntahan, mie dan peralatan dapur saat ini sudah dikirim ke Puslabfor Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.
Korban yang umumnya baru pertama kali akan berkeja ke luar negeri dan baru satu minggu ditampung di PT Sentosa Karya Adhitama. Mereka diantarkan ke perusahaan itu oleh agen di daerah, terutama dari Jawa Tengah. Perusahaan menjanjikan akan menyalurkan ke negara Malaysia dan Singapura.
Para korban sempat mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas yang tersebar di Bekasi. Di Rumah Sakit Karya Medika Tambun tercatat 28 orang akan mendapatkan perawatan inap. Sedangkan 27 orang lainnya diperbolehkan pulang dengan perawatan medis dari RS Karya Medika.
Enam orang TKW lainnya juga sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Ciketing Tambun dan diantaranya diperbolehkan hanya menjalani rawat jalan. Dari RS Medika Cikarang, disebutkan 28 orang terpaksa dirawat inap karena mengalami penderitaan yang serius. Terus muntah-muntah dan lemas.
Sedangkan korban yang dirawat di RS Medika Cikarang antara lain, Minarti, Siti, Rumilah, Ngatimah, 22 tahun warga Sedayu Dompel Rt 3/3 Kalibawang, Wonosobo Jawa Tengah. Dari cerita sejumlah korban, antaralain Rumilah, peristiwa itu berawal saat acara sarapan pagi di dalam perusahaan.
"Kami makan mie goreng, kacang-kacangan, waktu makan ada rasa yang aneh dan gatel-gatel di leher saya," kata Rumilah yang mengaku baru datang dari Wonosobo dua hari lalu. Rasa gatal ternyata juga dirasakan teman-teman Rumilah. Awalnya mereka tidak curiga kalau makanan itu beracun.
Baru beberapa menit setelah acara sarapan selesai dan petugas yang memasak, Kasinem, merapikan seluruh bekas-bekas makanan. Menurut Rumilah, dirinya mulai merasakan pening kepala dan lehernya bertambah geli-geli karena gatal. "Enggak tahu kok ada yang aneh gitu, temen-temen saya juga gitu," katany. Tak lama kemudian Rumilah merasa lemas.
Sementara itu, Kasinem tukang masak di perusahaan saat diperiksa petugas polisi mengatakan tidak mengatahui penyebab musibah keracunan. Dia hanya mengatakan dirinya seperti biasa memasak untuk para calon TKW. Bahan mie yang dimasak itu dibeli dari pasar. Dia membeli mie yang dijual kiloan. Bos perusahaan, Jon Sirait juga diperiksa Polres Bekasi.
Usai kejadian, aparat kepolisian mengambil sample berupa muntahan para korban, sisa mi dan sejumlah alat memasak untuk diperiksa di Puslabfor Polri. "Diduga keracunan, tapi kepastian masih nunggu Puslabfor," kata Kanitserse Polsek Tambun Inspektur Satu Ucok Harahap.
Keracunan makanan yang diduga berasal dari bakmie kiloan yang menimpa sedikitnya 61 TKW menyita perhatian bekas pejabat di bagian Pelatian dan Pembinaan Makanan di Departemen Perindustrian Dan Perdagangan, Hatorangan Raja Guguk. "Saya menduga penyebabnya makanan yang dibeli di pasar itu," katanya. Menurut Raja banyak kasus serupa, kebanyakan karena bahan makanan yang sudah kadaluarsa.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|